17 Jurnalis Hilang Usai Demo Ricuh Tolak UU Cipta Kerja

JAKARTA – Belasan jurnalis hilang usai demo ricuh Tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Demo ini sampai malam dan berakhir dengan bakar-bakaran fasilitas publik.

Selain itu, beberapa perangkat kerja milik jurnalis juga dirampas oleh oknum anggota polisi.

Pengacara LBH Pers Ahmad Fathanah mengatakan bahwa dari 18 orang.

Ke-17 di antaranya merupakan jurnalis dari berbagai Pers Mahasiswa atau Persma.

Sedangkan, satunya merupakan jurnalis media online Merahputih.com atas nama Ponco Sulaksono.

“Persma kurang lebih 17 orang,” kata Ahmad di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis malam.

Selain itu, sejumlah perangkat kerja milik jurnalis juga dilaporkan dirampas oleh oknum anggota polisi.

Salah satunya, yakni memori kamera miliki jurnalis Suara.com atas nama Peter Rotti.

Memori kamera milik Peter dirampas oleh oknum anggota polisi lantaran merekam tindakan represif mereka saat memukuli peserta demostrasi di sekitar Halte Transjakarta Bank indonesia.

Bahkan, Peter sempat diseret dan dianiaya hingga mengalami luka lebam.

“HP wartawan CNNIndonesia.com, Thohirin diambil polisi,” imbuh Ahmad.

Sementara Pemred Suara.com, Suwarjono mengecam aksi penganiayaan terhadap jurnalis suara.com maupun jurnalis media-media lain yang mengalami aksi serupa.

Dikatakan Suwarjono jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistik selalu dilindungi oleh undang – undang.

“Saya juga mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas hal ini, ” ujar mantan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), ini. (suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *