Berikut Penjelasan Kadisdik Babel Terkait Surat Larangan Siswa Ikut Demo

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, M Soleh

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, M Soleh

PANGKALPINANG – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengeluarkan surat larangan seluruh siswa SMA/SMK dan guru di Babel untuk mengikuti aksi demo menolak disahkannya undang undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Surat dengan nomor 420/1159/Disdik tanggal 12 Oktober 2020 yang ditandatangani oleh Kedisdik Babel Muhammad Soleh tersebut tersebar di kalangan masyarakat sehingga menimbulkan polemik.

Berikut isi surat pelarangan guru dan siswa SMA/SMK di Babel yang dikeluarkan Kadisdik Babel untuk tidak ikut demo menolak UU Cipta Kerja.

Menindaklanjuti arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Paudasmen Kemdikbud dalam beberapa hari ini ada demo besar Undang -undang Omnibus Law Cipta Kerja, untuk itu kami mengimbau kepada seluruh kepala SMA/SMK se Provinsi Bangka Belitung agar :

1. Melarang dan mengendalikan peserta didiknya agar tidak terlibat dalam aksi demo tersebut pada tanggal 13 sampai dengan 16 Oktober 2020, dengan berkoordinasi dengan internal sekolah antar sekolah serta dengan aparat keamanan setempat.

2. Mengimbau kepada orang tua peserta didik untuk memantau putra-putrinya, jangan sampai mengikuti aksi demo tersebut.

3. Peserta didik tidak mengikuti ajakan aksi demo yang berasal dari medsos atau pihak manapun.

4. Agar peserta didik selalu tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan memperhatikan protokol kesehatan 3M. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Muhammad Soleh.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan M Soleh dihubunggi suara.com mengatakan pihaknya mengeluarkan surat imbauan pelarangan siswa untuk demo dengan tujuan agar siswa dapat fokus mengikuti proses belajar dan mengajar baik disekolah maupun melalui online.

“Anak SMA/SMK inikan labil dan mudah terprovokasi. Dan mereka juga tidak tahu undang – undang Omnibus Law itu seperti apa karena belum dibaca,” ujar M Soleh.

Ditegaskan Soleh jika dia tidak ingin para pelajar khususnya siswa SMA/SMK di Babel dimanfaatkan oleh oknum tertentu sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu.

“Jangan sampai anak-anak kita dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dan sehingga anak-anak kita terprovokasi sehingga terjadilah hal-hal yang tidak kita inginkan. Apalagi mereka seorang pelajar dan tugas mereka adalah belajar,” terang M Soleh.

“Kita harapkan siswa tidak terpengaruh ajakan untuk demo oleh pihak manapun. Kita mengimbau kepada seluruh sekolah untuk dapat melarang semua siswa dan mengendalikan semua siswanya agar tidak ikut berdemo. Jika anak belajar dirumah saya minta orang tua dapat mengawasi dan melarang anak-anaknya untuk ikut demo, apalagi dijaman pandemi Covid -19 seperti ini,” jelasnya.

Sumber : suara.com

Kontributor : Wahyu Kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *