Polisi Korban Pemukulan Oknum DPRD Basel Cabut Laporan, Penyidik Hentikan Kasus

PANGKALPINANG – Anggota polisi diduga korban pemukulan oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bangka Selatan bernisial YM (32) mencabut laporan di Mapolda Babel, Minggu (21/2/2021), siang.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan mengatakan kedua belah pihak memilih jalan musyawarah untuk berdamai.

“Mereka sepakat berdamai. Sehingga nantinya penyelidikan terhadap kasus tersebut akan kita hentikan,” kata Budi.

Sebelum kedua belah pihak berdamai, terlapor YM, Minggu (21/2/2021) siang diminta untuk datang ke Mapolda Babel. Hal ini disampaikan YM saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsAap.

“Hari ini di Polda Babel, nanti kita kabari habis Zuhur,” tulis Yogi.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, Yogi menyarankan awak media untuk menanyakan langsung kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Babel.

“Kalau masalah ini tanyakan langsung ke Penyidik bang,”katanya.

Sementara Ketua DPC Gerindra Bangka Selatan, Sofian AS menyambut baik langkah kedua belah pihak memilih jalur musyawarah. “Alhamdulillah itu yang kita harapkan,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimum Polda Babel memeriksa oknum anggota DPRD Bangka Selatan bernama YM atas dugaan kekerasan terhadap anggota polisi, Rabu (17/2/2021).

Pemeriksaan terhadap Yogi dilakukan penyidik dari pagi hingga petang. Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Bangka Selatan itu dilaporkan oleh anggota polisi atas dugaan kekerasan yang dialaminya di Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/2/2021), malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dalam dugaan kekerasan tersebut. Selain memeriksa terlapor, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Benar (Yogi Maulana) sudah kita periksa dalam rangka penyelidikan. Saat ini kita juga masih memeriksa semua saksi -saksi. Kita masih terus melakukan pendalaman,” tegas Budi Hermawan dikonfirmasi suara.com melalui pesan WhatsAap, Kamis (18/2/2021).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bangka Selatan, Sopian AP juga mengatakan yang bersangkutan sangat tertutup pasca adanya kejadian tersebut.

“Kami belum tau persis apa yang terjadi terhadap Yogi ini karena dia sangat tertutup dan kami dari partai juga tidak tahu apa penyebabnya,” kata Sopian.

“Sikap tertutup ini apakah kesepakatan mereka dalam artian tidak ada masalah ataukah ada hal – hal lain, nah ini yang kita tidak tahu,” tambah Sopian.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berupaya menghubungi Yogi beberapa hari terakhir. Bahkan ia sempat menyusul Yogi ke Mapolda Babel saat akan dilakukan pemeriksaan oleh polisi.

“Sudah beberapa hari ini saya pengen ketemu, sampai kemarin (Rabu-red) saya menyusul ke Polda Babel setidaknya pengen tahu bagaimana keadaanya. Tapi sayang tidak berhasil ,”terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Babel, Provinsi Erzaldi sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan Erzaldi bila memang terbukti ada Kader Partai Gerindra melakukan tindak kekerasan hal itu jelas tidak dibenarkan.

“Belum tahu informasi itu. Tapi yang namanya kekerasan terhadap petugas dak (tidak) benar itu,” jelas Erzaldi singkat. (SB/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *