Polisi Korban Pengeroyokan Oknum DPRD Basel Cabut Laporan, Berikut Kronologis Kejadian

PANGKALPINANG – Dwi Wibowo (32) anggota polisi korban pengeroyokan oknum DPRD Bangka Selatan, Yogi Maulana (32) mencabut laporannya ke Mapolda Babel, Minggu (21/2/2021), siang.

Kedua belah pihak sepakat berdamai dan memilih jalan musyawarah. Berikut kronologis kejadian.

Dalam laporan korban di Polda Babel terungkap bila Yogi diduga melakukan tindak kekerasan berupa pengeroyokan terhadap korban bersama ketiga rekannya. Peristiwa ini terjadi di depan Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 21.45 WIB, lalu.

Kejadian bermula saat korban Dwi bersama istri dan kedua anaknya mengendarai mobil melintas di Jalan Muntok. Sesampai di depan Terminal Kampung Keramat tiba -tiba datang dari arah belakang satu unit mobil Mitsubishi Pajero BN 1403 VB ditumpangi Yogi bersama ketiga rekannya. Mobil Pajero tersebut menyalakan klakson panjang hingga mengakibatkan korban dan keluarganya kaget.

Korban kemudian menepikan mobil dengan maksud agar mobil dibelakangnya segera menyusul. Namun sayangnya mobil Pajero tersebut malah berdampingan dengan mobil korban sambari menyalakan klakson panjang.

Anak korban yang saat itu berada didalam mobil menanggis. Korban yang saat itu melihat anaknya menangis kemudian secara reflek menegur pengendara mobil Pajero yang saat itu berada sejajar dengan mobil korban.

Namun teguran korban membuat orang didalam mobil itu malah menghadang mobil korban.

Sopir mobil Pajero dan tiga orang penumpang kemudian turun dan menghampiri korban. Sopir mobil kemudian menyambangi korban yang saat itu masih berada diatas mobil sambari mengucapkab ‘ape (apa) maksud ikak (kamu) bro’, dari mulut orang itu tercium bau alkohol.

Tiba – tiba satu orang lainnya langsung memukul korban diikuti ketiga rekannya. Korban mengalami pukulan berkali-kali pada bagian kepala dan punggung. Tak sampai disitu bamper bagian bawah mobil korban dirusak.

Korban kemudian keluar dari dalam mobil, melihat korban kelur dua orang menarik korban kebagian mobil mereka. Disini korban kambali dikeroyok oleh empat orang secara bersamaan memukul korban.

Disaat itulah korban mengetahui bila dari empat orang yang melakukan pengeroyokan salah – satunha adalah Yogi oknum DPRD Basel. Yogi saat itu sempat menyebut namanya lengkapnya kepada korban dan dia berujar tidak akan lari.

Korban yang saat itu kalah jumlah kemudian pulang kerumah sekitar pukul 22.45 WIB dengan kepala pusing dan perut terasa mual namun tidak muntah. Istri korban kemudian mengajurkan agar korban melakukan cek kesehatan dan visum di Rumah Sakit Bhakti Timah.

Setelah melakukan visum sekitar pukul 01.30 WIB koban kembali kerumah. Tak terima dengan perbuatan yang dialaminya korban melapor ke Polda Babel, Minggu (14/2/2021).

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan mengatakan kedua belah pihak memilih jalan musyawarah dan sepakat untuk berdamai.

“Mereka sepakat berdamai, sehingga nantinya penyelidikan terhadap kasus tersebut akan kita hentikan,” kata Budi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap, Minggu (21/2/2021), petang.

Sementara Yogi saat dikonfirmasi wartawan mengungkapkan jika dia sempat mendatangi Mapolda Babel, Minggu (21/2/2021), siang.

Kedatangan Politikus muda Partai Gerindra di Polda Babel untuk menyelesaikan kasus pengeroyokan yang telah dilaporkan korban.

“Hari ini di Polda Babel, nanti kita kabari habis Zuhur. Untuk lebih jelas silahkan tanya kepenyidik,” tulis Yogi.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Babel memeriksa oknum anggota DPRD Bangka Selatan tersebut atas dugaan kekerasan terhadap anggota polisi, Rabu (17/2/2021).

Pemeriksaan terhadap Yogi dilakukan penyidik dari pagi hingga petang. Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Bangka Selatan itu dilaporkan oleh anggota polisi atas dugaan kekerasan yang dialaminya di Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/2/2021), malam.

Sebelnya, Dirreskrimum Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dalam dugaan kekerasan tersebut.

Selain memeriksa terlapor, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Benar (Yogi Maulana) sudah kita periksa dalam rangka penyelidikan. Saat ini kita juga masih memeriksa semua saksi -saksi. Kita masih terus melakukan pendalaman,” tegas Budi Hermawan dikonfirmasi suara.com melalui pesan WhatsAap, Kamis (18/2/2021).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bangka Selatan, Sopian AP juga mengatakan yang bersangkutan sangat tertutup pasca adanya kejadian tersebut.

“Kami belum tau persis apa yang terjadi terhadap Yogi ini karena dia sangat tertutup dan kami dari partai juga tidak tahu apa penyebabnya,”kata Sopian.

“Sikap tertutup ini apakah kesepakatan mereka dalam artian tidak ada masalah ataukah ada hal – hal lain, nah ini yang kita tidak tahu,” tambah Sopian.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berupaya menghubungi Yogi beberapa hari terakhir. Bahkan ia sempat menyusul Yogi ke Mapolda Babel saat akan dilakukan pemeriksaan oleh polisi.

“Sudah beberapa hari ini saya pengen ketemu, sampai kemarin (Rabu-red) saya menyusul ke Polda Babel setidaknya pengen tahu bagaimana keadaanya. Tapi sayang tidak berhasil ,”terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Babel, Provinsi Erzaldi sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan Erzaldi bila memang terbukti ada Kader Partai Gerindra melakukan tindak kekerasan hal itu jelas tidak dibenarkan.

“Belum tahu informasi itu. Tapi yang namanya kekerasan terhadap petugas dak (tidak) bener itu,”jelas Erzaldi singkat. (SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *