Ketua Koperasi Petani Lada Minta Produsen Taati Aturan

PANGKALPINANG – Ketua Koperasi Petani Lada Babel H. Sukri alias Haji Duk mengatakan untuk mengembalikan kejayaan lada Babel Muntok White Pepper (MWP), pihak terkait harus mendukung koperasi sebagai ujung tombak pembinaan petani lada. Dia juga berharap eksportir lada harus tunduk pada aturan yang ada.

“Termasuk konsumen lada luar seperti Verstegen asal Belanda harus mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan,” kata Haji Duk, Jumat (2/4/2021).

Koperasi Petani Lada siap melakukan pembinaan terhadap petani agar lada yang dihasilkan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kita siap mengikuti SOP Verstegen sehingga lada yang dihasilkan sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Hanya saja sebagai imbal baliknya, Verstegen juga harus mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan. “Harus mau mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah daerah,” kata Haji Duk.

Sementara itu, Ketua Tim Kejayaan Lada Babel,  Prof Saparudin, kepada suarabangka.com mengatakan, pihaknya melakukan pertemuan secara virtual dengan pihak Verstegen dan KBRI Den Haag, Belanda membahas soal MWP.

“Kita bahas peluang membangun kemitraan lebih dengan mereka,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai aplikasi SpiceUpyang akan digunakan petani lada.

Hanya saja dia belum bisa menjelaskan secara deailnya soal aplikasi tersebut.

“Intinya melalui aplikasi tersebut akan diketahui asal-usul lada. Selebihnya saya belum tahu lebih dalam,” kata Udin.

Saat ini, kata Udin, melalui PT CAN, Verstegen membeli MWP sebanyak sekitar 132 ton.

PT CAN adalah mitra Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Provinsi Kepualauan Bangka Belitung. Pembelian lada bisa melalui KPB. (fah/wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *