Aktivitas Tambang Berskala Besar Rusak Hutan Lindung Lubuk Pabrik

AKSI  penambangan timah berskala besar saat ini sedang berlangsung di kawasan hutan lindung mangrove dusun Kuru Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubukbesar Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Kepala Kesatuan Pengelolahan Hutan (KPH) Sembulan, Arhandis mengatakan, dari 50 hektare luas hutan lindung Kuru Desa Lubuk Pabrik, 10 hektar diantaranya sudah rusak di akibatkan tambang.

“Iya HL (hutan lindung). Dari sekitar 50 hektare luas hutan lindung 10 hektare diantaranya rusak digarap tambang,”ujar Arhandis dihubunggi suara.com jaringan suarabangka.com, Jumat (2/4/2021).

Dia mengatakan penambangan timah dengan menurunkan alat berat menjadi penyebab kerusakan hutan lindung tersebut. Kegiatan ilegal masih berlangsung walaupun sudah dilakukan peringatan.

“Secara topoksi sudah kami lakukan. Orang – orang sudah kita panggil baik itu penambang maupun pemilik alat beratnya. Kita juga menyampaikan surat penyetopan untuk aktivitas tapi tetap saja,” ungkapnya.

Dia mengakui jika KPH Sembulan kesulitan dalam menindak pelaku pengrusakan hutan lindung Kuru, Desa Lubuk Pabrik karena keterbatasan wewenang dan personel. Namun, upaya pencegahan berupa imbauan kepada para pengusaha tambang dan pemilik alat berat telah dilakukan.

“Cuma kalau tingkat tapak di kami ini terbatas, wewenang dan personelnya juga terbatas. Dua minggu lalu kami memasang spanduk di lokasi tapi aktivitas masih berjalan,”terangnya.

“Kita sudah laporkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Babel. Dan kami juga sempat ditanya oleh Gakkum KLHK dan sudah kita jelaskan,” terangnya. (wahyu /suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *