Bongkar Pengoplos Lada, Gubernur Erzaldi Bentuk Tim Investigasi 

PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman membentuk tim investigasi gabungan untuk membongkar adanya dugaan oknum pengoplos lada putih asal Babel dengan lada dari luar daerah.

Tim ini dibentuk untuk menjaga kualitas lada Babel yang dilindungi oleh UU karena bersertifikat Indikasi Geografis (IG) dengan nama Muntok White Peper (MWP).

“Saya telah meminta dibentuk tim investigasi gabungan BP3L dan TP4L Babel untuk menginvestigasi oknum-oknum pengoplos lada kita,” kata Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Rabu (/7/4/2021), pagi.

Erzaldi atau biasa disapa bang ER mengaku geram atas adanya dugaan pihak tertentu yang mengoplos lada asli Babel dengan diindikasikan dengan lada luar Babel.

Apalagi di tengah upaya Pemerintah Provinsi dan petani berjuang meningkatkan kualitas lada dan jumlah produksi agar meningkat.

“Bahkan kalau perlu kejar sampai keluar negeri,” kata Erzaldi.

Dia menjelaskan lada Babel sudah punya kekuatan hukum atas hak Muntok White Pepper yang tidak bisa diganggu gugat pihak lain.

“InsyaAllah dengan ini maka kenaikan harga lada kita terus terjaga dan stabil. Harga lada Babel kini terus membaik” ujarnya.

Sebagaimana informasi di situs Kantor Pemasaran Lada Babel kpbladababel.com lada kualitas SNI 1 Rp98.000/kg, SNI 2 Rp96.000/kg dan Mixed Quality Rp92.000/kg.

Sebelumnya sebagaimana diwartakan www.suarabangka.com jumlah produksi lada Babel tahun 2020 sebanyak 33.000 ton.

Sementara Tahun 2020 lada yang dilakukan uji laboratorium di BPSMB sebagai syarat agar dibisa di ekspor dan diperdagangkan atar pula hanya 4.900 ton.

Sementara data Disperindag Babel dan KPB lada yang diekspor dan diperdagangkan ke luar Babel sebanyak 7.000 ton.

Sebelumnya beredar juga dokumen yang diduga dikeluarkan salah satu instansi memuat data jumlah lada keluar Babel sepanjang Thun 2020 yakni sekitar 25.000 ton.

Hingga kini sejumlah pihak yang dihubungi belum menjawab permohonan klarifikasi atas dokumen tersebut. Redaksi masih berupaya menelusuri kesahihan dokumen tersebut. (fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *