BANYUASIN – Pemerintah Kabupaten Banyuasin serius mematangkan persiapan penyaluran bantuan Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari Badan Pangan Nasional untuk periode Februari–Maret 2026. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Rabu (8/4/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, didampingi jajaran pejabat teras Pemerintah Kabupaten Banyuasin, termasuk Sekretaris Daerah, Asisten Setda, Staf Ahli, serta Kepala Baketpan.
Dalam arahannya, Askolani menekankan pentingnya pembaruan data di lapangan, mulai dari tingkat RT hingga kecamatan, yang akan diolah ulang oleh Dinas Sosial agar tidak terjadi kekeliruan sasaran.
“Pendataan lama harus diperbaharui. Ini penting supaya bantuan betul‑betul diterima oleh yang berhak. Kita sudah mendapat amanah dari Badan Pangan Nasional, jadi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Askolani.
Bupati juga menyoroti rencana jalur dan rute distribusi bantuan pangan, yang menurutnya wajib dikomunikasikan dengan pihak kecamatan dan jasa logistik hingga tingkat desa supaya distribusi berjalan cepat, tepat, dan efisien.
“Banyuasin memiliki karakter geografis yang berbeda dengan daerah lain, jadi kita perlu strategi khusus agar bantuan sampai ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” tambahnya.
Camat Muara Padang, Parlin Munandar, S.Sos., M.Si, memberikan masukan penting dalam rapat tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk disiplin menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses penyaluran bantuan.
“Dinas Ketahanan Pangan harus menyiapkan SOP yang jelas dari tingkat desa sampai ke penerima manfaat. Tujuannya supaya ada panduan dan acuan yang baku dalam pelaksanaan di lapangan,” tegas Parlin.
Sementara itu, Kepala Baketpan Ir. Masita Liana, SP melaporkan bahwa jumlah penerima bantuan di Banyuasin meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.
“Jika pada tahun lalu terdapat sekitar 48 ribu penerima KPM, kini jumlahnya melonjak menjadi 93 ribu keluarga,”jelasnya. (*)


