Barter Senpi dengan Sabu, Dua Warga Belo Laut Diciduk Polisi

MENTOK – Polres Bangka Barat mengamankan dua tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api rakitan dan narkoba jenis sabu – sabu di Desa Belo Laut Kecamatan Mentok, Senin (1/12/2024) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dua tersangka yang diamankan berinisial MMR (27) pekerjaan buruh harian lepas dan RZM (23) masih berstatus seorang mahasiswa.

Kedua tersangka merupakan warga Desa Belo Laut Kecamatan Mentok.

Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah SIK dalam konferensi pers, Rabu (10/1/2024), mengatakan kronologis berawal dari MMR menghubunggi RZM melalui pesan WhatsApp dengan maksud ingin mengambil sabu – sabu.

“Tapi karena uangnya MMR kurang, RZM keberatan. Maka MMR menawarkan senjata api untuk menjamin kekurangan uang sabu-sabu tersebut. Janjinya senpi akan ditebus lagi pad keesokan harinya, dan merekapun sepakat,”ujar Ade Zamrah.

Baca Juga  Gaduh Kabar Tangkapan Sabu di Perairan Muntok? BNNP dan Polisi Sebut Belum Tahu

Kemudian kedunya bertemu di depan rumah teman wanitanya berinisial DI alias K (19) di Desa Belo Laut.

Transaksi di mulai dengan MMR menyerahkan senpi rakitan berisikan satu butir peluru dan uang tunai Rp500 ribu, sementara RZM memberikan 1 jie sabu – sabu.

“Senjata api dan sebutir peluru itu kemudian disimpan di dalam lemari rumah DI alias K,”terang Kapolres.

Terbongkarnya kasus Sabu barter Senpi ilegal ini setelah Rim Satres Narkoba Polres Bangka Barat lebih dulu  meringkus 4 kawanan pengedar sabu dan pil ekstasi dengan tersangka BM (19), ALF (19), RZ (23) dan DI alias K.

DI Alias K adalah pemilik rumah yang dititipkan senpi rakitan oleh MMR dan RZR.

Baca Juga  Gubernur Erzaldi Pamerkan Cerita Sejarah Muntok Kepada Mensos RI

“Tim melakukan pengeledahan di rumah DI Alias K dan menemukan senjata api rakitan jenis revolver dan sebutir peluru tajam. Senpi itu disimpan didalam lemari,”jelas Kapolres.

Tim kemudian melakukan pengembangan dan memburu MMR pemilik senpi rakitan tersebut. Setelah melakukan penyelidikan Polres Bangka Barat berhasil menciduk MMD di Desa Dendang Kecamatan Kelapa, Jumat (5/1/2024).

Polisi kemudian mengintrogasi MMR dan mendapat keterangan jika senpi dia dapatkan dari seseorang berinisial HLI sekitar tiga bulan lalu.

“Jadi rangkaianh, senpi tersebut awalnya dari HLI, kemudian pindah tangan ke MMR, selanjutnya digadaikan kepad RZM untuk jaminan pembelian sabu – sabu. Tim masih memburu HLI pemilik awal senpi rakitan,”terang Ade Zamrah.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus ini antara lain, 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver, 1 butir amunisi dan 1 tas kecil warna hitam.

Baca Juga  Saling Klaim Lahan 1,5 Ha antar Warga Berakhir Damai, Setiap Pihak Dapat Bagian Setengah

“Kedua pelaku kita kenakan Pasal 1 ayat (1) Undang -undanb Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait senjata api ilegal dengan ancaman 20 tahun penjara,”tegas Ade.

“Untuk barang bukti yang diamankan dari para tersangka 12,8 gram sabu dan 40 butir pil ekstasi warna pink,”jelas Ade.

Sementara RZM mengatakan dia terpaks menerima senpi rakitan sebagai jaminan pembelian sabu 1 jie Rp1 juta. MMR baru membayar Rp500 ribu dan berjanji akan menebus revolver senpi secepatnya.

“Senpi itu dapat dari kawan, digadai 500 ribu. Nggak ada gunanya juga. Sau berharap ditebus tapi sudah keburu ditangkap,”kata RZM. (wah)

Sumber : SK/gamesbabel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Somebody essentially help to make significantly articles Id state This is the first time I frequented your web page and up to now I surprised with the research you made to make this actual post incredible Fantastic job