JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional. Salah satu gebrakan terbarunya adalah peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang dijadwalkan pada April 2026.
Peluncuran PIDI menjadi tonggak penting dalam akselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD). Program ini akan diisi berbagai kegiatan inovatif, seperti hackathon serta pengembangan talenta digital melalui inisiatif Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (Digdaya). Seluruh program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan berbagai otoritas, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait.
Tak hanya itu, BI juga melanjutkan program KATALIS P2DD yang digelar setiap triwulan. Program ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar daerah untuk mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
Dalam menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, BI memastikan kesiapan penuh sistem pembayaran nasional. Ketersediaan, keandalan, dan keamanan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) serta sistem pembayaran industri menjadi prioritas utama. Selain itu, BI juga menjamin distribusi uang Rupiah yang cukup dan berkualitas melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Di tengah dinamika global, termasuk dampak ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah, BI terus mempererat koordinasi kebijakan dengan pemerintah. Sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal diperkuat guna menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kerja sama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga ditingkatkan, terutama untuk mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah. Di tingkat internasional, BI aktif memperluas kolaborasi, termasuk dalam penguatan konektivitas sistem pembayaran lintas negara serta penggunaan mata uang lokal dalam transaksi. (**)
Sumber: Bank Indonesia


