SUARABANGKA.COM – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mengapresiasi Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo menarik pasukan dari Batu Beriga. Hal ini dikatakan Didit bentuk Polda Bangka Belitung membela kepentingan masyarakat.
“Pertama tama saya ucapkan terimakasih sekali lagi, kesekian kali kepada Bapak Kapolda Provinsi Bangka Belitung. Saya sudah menelpon beliau (Kapolda) untuk meminta tolong supaya ada penarikan pasukan,”ujar Didit dihubungi Suarapos.com jaringan Suarabangka.com, Sabtu (23/5/2025), sore.
“Alhamdulillah beliau respon dan ternyata beliau benar-benar membela kepentingan masyarakat, luar biasa ini,”sambung Didit.
Didit juga berharap masyarakat dapat menjaga kondusifitas wilayah Batu Beriga demi ketentraman dan kedamaian bersama.
“Masyarakat jangan sampai main hakim sendiri, itu tidak boleh. Masyarakat harus tetap menjaga keamanan dan ketentraman,”kata Didit.
“Pak Kapolda sudah sangat baik, ini yang kedua kali Pak Kapolda menarik pasukannya demi menjaga kedamaian, maka masyarakat tolong juga didukung kepolisian untuk menjaga kedamaian ini. Artinya saya sangat mengapresiasi Pak Kapolda merespon aspirasi masyarakat, salam hormat,”jelas Didit.
Sebelumnya ratusan masyarakat
Desa Batu Beriga menolak rencana perakitan Ponton Isap Produksi di pesisir Bakung-Payak Duri yang dikawal puluhan aparat keamanan TNI-POLRI tanpa bersenjata lengkap, Sabtu (25/5/2025).
Perakitan Ponton tersebut diinisiasi CV. Berkah Stania Jaya bersama BUMDES Baru Beriga serta puluhan warga yang mengaku masyarakat Beriga pro tambang laut.
Dilokasi, mereka terlihat telah bersiap merakit Ponton Isap Produksi dengan persiapan yang cukup lengkap seperti alat kerja, drum, dan kayu.
“Kami menolak penambangan laut Beriga sejak tahun 2005 sampai dengan hari ini. Dasar penolakan kami yakni kami bergantung kepada laut. bukan karena hal lain seperti isu yang disebarkan orang-orang pro tambang laut Beriga,”Tegas Tokoh Nelayan Beriga.
“Kami tidak akan pulang sebelum rencana perakitan, aparat keamanan, serta alat dan bahan perakitan ponton tersebut dibatalkan dan pulang meninggalkan Beriga,”tambah Darwari istri Nelayan Baru Beriga. (wah/reg)


