PANGKALPINANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) penjaringan usulan calon Ketua DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Bangka Belitung, Rabu (10/9/2025). Kegiatan berlangsung di kantor DPD PDI Perjuangan, Jl. R.A Hundani Kelurahan Lontong Pancur Kota Pangkalpinang.
Rakorda dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Rudianto Tjen dan Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Andres Hugo Pereira, Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.
Hadir juga unsur pengurus DPC, perwakilan PAC kecamatan, serta fraksi, dengan jumlah peserta yang dibatasi sekitar 350 orang.
Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengatakan, rapat koordinasi daerah dihadiri seluruh pengurus DPC di Bangka Belitung. Disini juga dilakukan sosialisasi tentang peraturan partai nomor 1 tahun 2022 tentang proses pemilihan ketua DPD dan Ketua DPC.
Rapat dihadiri oleh unsur pengurus DPC, perwakilan PAC kecamatan, serta fraksi, dengan jumlah peserta yang dibatasi sekitar 350 orang.
Ketua DPD PDIP Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa rakorda ini menjadi ajang penting untuk mensosialisasikan Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2002 tentang tata cara pemilihan Ketua DPD dan Ketua DPC.
Menurutnya, mekanisme pemilihan dilakukan secara demokratis dan berjenjang mulai dari tingkat PAC.
“Nama-nama calon ketua diusulkan dari PAC, minimal satu orang dan maksimal tiga orang. Usulan itu kemudian dibawa ke rapat DPC, diteruskan ke DPD, lalu diserahkan ke DPP. Selanjutnya, DPP akan melakukan psikotes serta evaluasi terhadap para calon,” jelas Didit.
Ia menambahkan, sosialisasi aturan ini penting agar seluruh pengurus dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa memiliki pemahaman yang sama.
“PDIP ini sangat demokratis. Semua kader yang berniat mencalonkan diri, baik sebagai ketua DPD, ketua DPC, hingga ranting dipersilakan. Kita membuka ruang selebar-lebarnya agar proses ini benar-benar berjalan demokratis,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bendahara Umum DPP PDIP, Rudianto Tjen, menekankan bahwa mekanisme PDIP berbeda dengan partai lain karena mengedepankan kaderisasi berjenjang.
“Proses ini unik. Tidak serta-merta seseorang bisa jadi ketua. Semua melalui tahapan dari PAC hingga DPP, sehingga kepemimpinan yang lahir benar-benar representasi dari bawah,”ujar Rudianto Tjen.
Selain membahas mekanisme pemilihan Ketua DPD dan DPC, rakorda ini juga menjadi konsolidasi menghadapi agenda politik tahun 2029. bahwa target PDIP Babel adalah menyelesaikan seluruh proses kepengurusan hingga Desember 2025.
“Kita menang pileg, pilpres, dan pilkada. Maka kepemimpinan sekarang harus bekerja maksimal, tanpa hitung-hitungan, dan dengan sepenuh hati. Desember nanti, struktur kepengurusan dari tingkat kecamatan hingga desa harus sudah rampung. Setelah dilantik, para pengurus langsung bekerja untuk masyarakat dan membangun daerah sebaik-baiknya,” pungkas Rudianto.
Selain itu, Rudianto Tjen menghimbau kepada para kepala daerah terpilih untuk dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dengan cara membangun daerah dengan sebaik mungkin.
“Kita harus segera membangun daerah kita dengan sebaik-baiknya. Untuk Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka serta membangun kabupaten-kabupaten yang lainnya,”harap Rudianto Tjen.
“Setelah dilantik mereka langsung bekerja maksimal jadi tidak perlu lagi itu ini yang hanya ada suaranya tapi kerja nyata semuanya untuk masyarakat bukan untuk beberapa orang,”tutupnya. (***)

