Festival Kampung Bintang 2026 Resmi Ditutup, Ceng Beng Jadi Simbol Toleransi dan Kebersamaan

PANGKALPINANG – Festival Kampung Bintang 2026 yang mengangkat tema “Menjaga Tradisi, Mempererat Kebersamaan” resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Pangkalpinang, Juhaini, Minggu (5/4/2026).

Juhaini menegaskan, tema festival ini mencerminkan nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur, menjaga sejarah dan tradisi, sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat multietnis dan multireligi di Kota Pangkalpinang.

“Ceng Beng bukan hanya milik komunitas Tionghoa, tetapi telah menjadi bagian dari budaya Kota Pangkalpinang. Festival ini menunjukkan tingginya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Babel Berganti: Irjen Pol Hendro Pandowo Pindah Ke Bareskrim Polri

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan memberi dampak nyata bagi perekonomian, mendukung UMKM, memperkuat sektor pariwisata dan industri kreatif, serta mengangkat citra Pangkalpinang di tingkat nasional.

“Festival ini wujud kolaborasi harmonis antara budaya religi dan nilai-nilai kehidupan, yang dikemas menarik, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambah Juhaini.

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, mulai dunia usaha, komunitas, media, instansi pemerintah, hingga masyarakat, yang telah berperan serta dalam kesuksesan festival.

Baca Juga  Ini Sosok Komisaris PT HKL Zaidan, Tersangka Kasus Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Rp21 Miliar

“Oleh karena itu, mari kita jadikan Festival Kampung Bintang sebagai milik bersama, yang terus kita jaga, lestarikan, dan kembangkan dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

Juhaini juga mengajak warga dan pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta keramahan, sebagai cerminan ciri khas masyarakat Pangkalpinang dalam menyambut tamu dan wisatawan. (*)