HMI Babel Raya Gelar Intermediate Training Ekologi Nasional

PANGKALPINANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung Raya menggelar pembukaan Intermediate Training (LK-II), berskala nasional di Balai Pelatihan Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin, (5/6/2021). Adapun pengisi pidato ilmiah Wakil Gubernur Babel H Abdul Fatah.

Sejumlah organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya organisasi kepemudaan di Babel, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Bangka Belitung, alumni-alumni HMI, pimpinan Balai Latihan Kerja.

Intermediate Training HMI Cabang Bangka Belitung Raya mengusung tema “HML Dalam Ikhtiar Kelangsungan Kelestarian Ekologi”. Kegiatan tersebut akan berlangsung sekitar satu pekan dari 5 -13 Juli 2021.

Ketua pelaksana kegiatan, Andrew mengatakan kegiatan Intermediate Training yang digelar oleh HMI Cabang Babel Raya merupakan kegiatan berskala nasional. Adapun peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah.

Baca Juga  Molen - Sopian dan Ribuan Masyarakat Laksanakan Sholat Ied 

“Intermediate Training atau Lk-II HMI Cabang Bangka Belitung Raya ini adalah kegiatan nasional yang pesertanya terdiri dari berbagai daerah yang berasal dari Cabang Bangka Belitung Raya, Palembang Darussalam, Kampar, dan Lampung. Kegiatan selama LK-II akan diisi dengan materi-materi guna pengembangan kualitas diri kader,”ujar Andrew.

Ketua Umum HMI Cabang Bangka Belitung Raya, Adhy Yos Perdana, mengungkapkan kegiatan Intermediate Training (LK-II) ditujukan untuk menggembleng kader-kader agar dapat menjadi mitra kritis dan mitra strategis guna kemajuan Indonesia terkhusus di Bangka Belitung.

“Di Lk-2, kader-kader digembleng untuk pengetahuan dan mentalnya. Harapannya setelah itu, kader HMI mampu menjadi mitra kritis dan mitra strategis untuk kemajuan Bangka Belitung. Sehingga kader-kader HMI nantinya layak menjadi generasi penerus pemimpin di masa mendatang,”katanya.

Baca Juga  Cabut Gugatan Praperadilan, Sup Ingin Fokus pada Pemeriksaan Perkara

Ketua Badan Koordinasi HMI Sumatera Bagian Selatan, Pebri menuturkan bahwa eksistensi Tuhan, alam, dan manusia memiliki hubungan holistik untuk dapat terus merawat alam.

“Kondisi sekarang di Indonesia eksploitasi sumber daya alam sangat marak terjadi sehingga berakibat pada lingkungan. Sehingga hari ini isu kelestarian ekologi teramat seksi untuk dibahas. Oleh karena itu proses Lk-II diharapkan mampu membuka mata-mata kita melihat kondisi lingkungan.

“Karena kita sebagai kader HMI tentu berbeda melihat lingkungan dan sumber daya alam dari korporasi yang memandang sumber daya alam sebagai objek yang harus terus di eksploitasi. Tuhan, Manusia, dan Alam itu punya hubungan holistik. Manusia sebagai Khalifah di muka bumi tentu mempunyai kewajiban untuk terus merawat kondisi lingkungan,” terang Pebri.

Baca Juga  Kepala BNN RI Sebut Gubernur Erzaldi Inisiator Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

Sementara Wakil Gubernur Babel H Abdul Fatah dalam pemaparannya disampaikan bahwa perawatan ekologi harus dilakukan secara bersama-sama baik oleh pemerintah, korporasi, dan masyarakat.

“Alam yang ada pada kita sekarang adalah anugrah yang harus dijaga jangan sampai alam itu justru menjadi rusak dan marah terhadap kita. Aktivitas pertambangan dan lingkungan tentu dua hal yang bertentangan oleh karena itu diperlukan usaha oleh kita untuk dapat meminimalisir kerusakan lingkungan tersebut,”ujar Abdul Fatah.

“Strategi merawat kelestarian ekologi dilakukan dengan dua hal yaitu secara formulasi regulasi yang dilakukan oleh pemerintah dan perawatan secara langsung baik oleh masyarakat dan lembaga lainnya,” terangnya(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *