AIR SUGIHAN — Kepanikan sempat terjadi di perbatasan Desa Srijaya Baru dan Desa Jadimulya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (1/4/2026) sore. Empat ekor gajah liar kembali keluar dari hutan lindung dan mondar‑mandir di areal jalur 24, tepatnya di tepi kanal jalur 24, hingga sempat merusak sebuah pondok di sisi sungai.
Kawanan gajah yang dikenal cukup beringas itu membuat warga setempat gelisah. Sejak malam sebelumnya, masyarakat dua desa telah berjaga‑jaga agar satwa besar tersebut tidak masuk jauh ke pemukiman. Selama kejadian, gajah hanya berada di tanggul kanal wilayah Desa Srijaya Baru.
Sekitar pukul 15.00 WIB, anggota Koramil 402‑14 Airsugihan, Serka Raden Kuat Santoso, segera menuju lokasi untuk membantu masyarakat menghalau gajah agar tidak masuk ke tengah pemukiman. Jika sampai masuk kampung, konflik manusia‑satwa diperkirakan tak terelakkan.
“Karena siang hari panas menyengat membuat gajah makin agresif, kami pilih waktu sore untuk menggiring mereka kembali ke habitatnya,” jelas Serka Raden Kuat kepada seperti di kutip dari Sumeks Minggu, Kamis (2/4/2026). Bersama perangkat desa dan warga, gajah berhasil digiring kembali menuju Hutan Tanaman Industri (HTI) tanpa korban jiwa.
Aksi penghalauan ini melibatkan Kepala Desa Jadimulya Marsidi, Kepala Desa Srijaya Baru Anton Surapto, serta ratusan warga dari kedua desa.
Tak hanya di Air Sugihan, pada saat yang bersamaan masyarakat Desa Banyubiru juga sedang berupaya menggiring kawanan gajah liar yang berbeda kelompok menuju ke arah timur desa tersebut.
Warga diminta tetap waspada dan siaga. Konflik gajah liar dengan masyarakat kembali menjadi peringatan pentingnya keharmonisan antara manusia dan satwa di wilayah perbatasan hutan lindung.


