KARIMUN – Upaya menjaga ekosistem laut harus melibatkan sejumlah pihak. Salah satunya menggandeng kelompok nelayan dan masyarakat sekitar lokasi penanaman.
Hal ini dilakukan PT Timah Tbk di Pulau Setunak, Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Jumat (23/9/2022).
Ratusan bibit mangrove ditanam karyawan bersama Kelompok Nelayan Terpadu Kabupaten Karimun (NTKK), masyarakat sekitar dan Pemerintah Desa Tulang.
Penananaman mangrove ini bukan kali pertama. Hanya saja kali ini mangrove yang ditanam berjenis api-api dan bakau.
Selain menanam mangrove, kolaborasi ini meninjau lokasi budidaya pembesaran kepiting, budidaya mangrove dan bertanam sayuran hidroponik yang telah berjalan di Pulau Setunak.
Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem. Sehingga ikan, kepiting, dan udang dapat berkembang biak yang pada akhirnya dapat memberikan dampak bagi masyarakat sekitar.
Fungsi lain mangrove dapat menahan abrasi di sepanjang pesisir pantai dan banjir rob.
Ketua Nelayan Pulau Setunak Apid, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan penanaman mangrove tahap kedua. Hasil penanaman mangrove tahap satu diakuinya hidup dengan cukup baik.
“Sekarang kita coba tanam kembali pada lokasi yang berbeda namun masih di sekitar Pulau Setunak. Sehingga diharapkan dengan terjaganya hutan mangrove di Pulau Setunak ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan masyarakat serta mengurangi dampak abrasi,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Nelayan Terpadu Kabupaten Karimun ( NTKK) Azizman mengapresiasi kegiatan ini.
“Semoga kedepan apa yang kita tanam bersama ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ucapnya.
Kepala BPD Desa Tulang Irwansyah mengungkapkan selain kegiatan penanaman, PT Timah telah banyak membantu masyarakat dengan program pemberdayaan di Pulau Setunak sehingga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Bantuan PT Timah terhadap masyarakat di pulau Setunak sangat banyak, baik program ataupun bantuan langsung. Hal ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di sini,” kata Irwansyah. (***)

