Ledakan Tabung Gas Elpiji, 7 Orang Alami Luka Bakar 2 Meninggal Dunia

PALEMBANG – Ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram di kawasan Lemabang Palembang merenggut nyawa dua orang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Diketahui, akibat ledakan tabung gas saat pemilik rumah menyiapkan sedekah ruwahan menjelang bulan Ramadan itu mengakibatkan 9 orang mengalami luka bakar serius, dua di antaranya balita.

Korban yang meninggal dunia yakni Nyimas Dewi Rohayati (33) yang merupakan istri dari pemilik rumah Muhamad Asro atau disapa Bobby.

‎‎Korban Dewi meninggal dunia saat mendapatkan perawatan intensif di RS Pelabuhan Boombaru Palembang, pada Sabtu 31 Januari 2026 malam.

Sedangkan, korban Sumarni (63) dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 1 Februari 2026.

Korban Sumarni diketahui sebagai asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di lokasi kejadian.

Meninggalnya 2 orang warga ini dibenarkan Lurah 3 Ilir, Riki Yudha Mirangga SH MSi.

Menurut Riki, korban mengalami luka bakar serius hingga mencapai 80 persen.

Baca Juga  Nelayan Minta APH Bertindak! Ratusan PIP 'Pesta Pora' di Perairan Mengkubung

“Kami menyampaikan turut berduka. Benar sekali pemilik rumah atas nama Dewi meninggal dan saya juga mengikuti pengajiannya semalam,” kata Riki dilansir dari Bayanaka.co jaringan suarabangka.com di Palembang.

Dirinya menyebut saat ini untuk korban lain masih dalam perawatan intensif di RS Pelabuhan Boombaru Palembang.
‎‎”Korban dikebumikan di TPU Kandang Kawat Palembang,” tandas Riki.

‎‎Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang dan dua di antaranya balita mengalami luka bakar saat terjadi ledakan yang diduga berasal dari tabung gas 12 kg yang bocor.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang pada Sabtu 30 Januari 2026.
‎‎

Ledakan itu terjadi saat pemilik rumah sedang masak besar mempersiapkan sedekah ruwahan menyambut bulan Ramadan.
‎‎Dalam insiden tersebut 9 orang alami luka bakar serius dimana dua diantaranya korban merupakan balita.

Baca Juga  Polres Bangka Barat Tangkap Pria 23 Tahun Bawa 25 Paket Sabu

Menurut ‎Datim Ketua RW 06 Kelurahan 3 Ilir, berkata insiden itu diketahui setelah mendengar suara ledakan besar yang datang dari rumah warganya.

Setelah dia mencari sumber suara ledakan itu baru dia ketahui rumah yang terbakar itu milik Muhamad Asro atau Bobby seorang pedagang bumbu basah di Pasar 16 Ilir.
‎‎

”Waktu saya datang kesini sudah banyak warga yang berkerumun membantu pemadamam untungnya dengan cepat api dapat padam,” jelas Datim.

‎‎Meski dengan cepat dipadamkan ledakan dari kebocoran tabung gas 12 kilo itu berhasil membakar sebagian besar perabotan yang ada di dalam rumah.

‎Terbukti, seluruh kaca pada jendela rumah korban pecah akibat ledakan yang terbilang sangat besar.

”Ada 9 orang yang jadi korban luka bakar salah satunya istri Bobby, dan diantaranya ada dua Balita juga yang alami luka bakar,” terang Datim.

‎Datim menyebut 3 korban yakni istri pemilik rumah bernama Dewi, tetangganya Umi, dan pembantunya bernama Muni alami luka bakar serius mencapai 80 persen.

Baca Juga  Penyidik KLHK Tahan Perambah Kawasan HP Sungai Sembulan, Alat Berat dan Dua Mobil Dinas Pemkab Bangka Disita

Sementara 4 orang dewasa lainnya yang merupakan keluarga dari pembantu korban pemilik rumah dan dua balita alami luka bakar diatas 30 hingga 50 persen.

‎‎”Untuk tiga korban yang alami luka bakar sampai 80 persen tadi waktu dievakuasi sudah dak kenal lagi wajahnya, tapi karena dia bersuara baru tau siapa siapa yang jadi korban,” tambahnya.

Datim menyebut ke 9 korban dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Boombaru Palembang.
‎‎

Sementara, Kapolsek Ilir Timur 2 Kompol Muhamad Ismail membenarkan insiden tersebut, dia menjelaskan berdasarkan olah TKP dugaan sementara dipicu kebocoran gas.
‎‎

”Terjadi akibat kebocoran dari tabung gas 12 kilo yang tersambar percikan api jadi ada 9 orang korban yang sekarang sudah dievakuasi,” kata Kapolsek. (***)

SUMBER : BAYANAKA.CO