Luput Hukuman Mati, Kurir Sabu 10 Kg Divonis 19 Tahun Penjara

SEKAYU – Terdakwa Arjuna (37) warga Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin dapat bernapas sedikit lega. Sebab, pria yang menjadi kurir 10 Kg narkotika jenis sabu-sabu itu divonis 19 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sekayu, Jumat (29/10).

Putusan Majelis Hakim yang diketuai oleh Tyas Listiani, S.H beranggotakan Andy Wiliam Permata, S.H, dan Liga Saplendra, S.H itu jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muba yang menuntut terdakwa Arjuna dengan hukuman pidana mati.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan terdakwa Arjuna bersalah melakukan tindakan pidana tanpa hak atau melawan hukum menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, sebagaimana diatur dan diancam pidana kedua melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga  2 Kolektor Timah Bangka Selatan Diciduk Polisi di Perairan Penagan

Selain dijatuhi hukuman 19 tahun penjara, terdakwa Arjuna juga diharuskan membayar denda Rp 1 miliar subsider hukuman 6 bulan penjara.

Menanggapi putusan Majelis Hakim tersebut, kuasa hukum terdakwa Arjuna yakni Nuri, S.H, mengatakan, pihaknya menerima putusan tersebut dan tidak akan mengajukan upaya hukum lain. “Atas putusan tersebut kami terima,” kata Nuri.

Lebih lanjut dia menuturkan, meskipun putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim masih cukup tinggi bagi kliennya, hal tersebut sangat disyukuri karena jauh dari tuntutan JPU. “Saya selaku penasihat hukum terdakwa merasa bersyukur atas putusan yang bacakan oleh Majelis Hakim, walaupun putusan tersebut masih tinggi, namun setidaknya tidak sesuai dengan tuntutan jaksa yg menuntut pidana mati,” jelas dia.

Baca Juga  Tim Gabungan Amankan 4 Ponton Selam, Afuk : Saya Setor 4 Juta ke Oknum Polisi Inisial A

Terpisah, Kejari Muba Marcos MM Simaremare, S.H., melalui Kasi Pidum Habibi, S.H, mengatakan, pihaknya mengajukan upaya hukum lain yakni banding terhadap putusan Majelis Hakim tersebut.

“Kita sudah sampaikan kepada pimpinan, petunjuk yang ada kita ajukan upaya hukum banding,” tegas Habibi didampingi JPU Ade Rachmad Hidayat, S.H.
Sebelumnya, dalam dakwaan, JPU menjelaskan, peristiwa bermula pada Senin (5/4/2021) sekira pukul 18.00 WIB terdakwa Arjuna dihubungi Ir (DPO) untuk mengambil narkotika jenis sabu-sabu dengan ongkos atau upah Rp 20 juta.

Tawaran itu diterima terdakwa dengan pergi ke arah C2 yang beralamatkan di Dusun VII Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba, sekitar SPBU. Setibanya di lokasi, terdakwa dihubungi seseorang berinisial Ed yang memberitahukan akan ada orang lain menghubungi.

Baca Juga  KPK Warning Kepala Daerah dan Pengusaha Terlibat Pengaturan Fee Proyek Infrastruktur

Selanjutnya, Terdakwa dihubungi orang berinisial Dep dan bertemu dengan orang tidak dikenal menggunakan masker yang memberikan tas ransel. Setelah tas diambil terdakwa langsung menuju simpang C2 Desa Sri Gunung.

Saat hendak pulang menggunakan sepeda moto, sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (6/4/2021) terdakwa dihadang pihak kepolisian dan ketika diperiksa di dalam tas ransel ditemukan barang bukti berupa 10 paket plastik warna hijau terdiri dari 5 (bungkus merk Guanyinwang, 3 bungkus merk refined chinese tea dan 2 bungkus merk Qing Shan yang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat bruto 9975,03 gram.

Lalu setelah diintrogasi terdakwa mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah milik Ir (DPO), selanjutnya terdakwa beserta barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Muba. (RMOL SUMSEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *