Markus Dialog Bareng Dokter Spesialis: Dengarkan Unek-unek hingga Cari Formula Terbaik Soal TPP

𝗠𝗘𝗡𝗧𝗢𝗞 – Sejumlah dokter spesialis yang bertugas di RSUD Sejiran Setason menyambangi ruang kerja Bupati Bangka Barat di Mentok, Kamis 11 September 2025.

Tujuan kedatangan para spesialis ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan unek-unek terkait sejumlah persoalan yang dihadapi di lapangan kepada Bupati Bangka Barat, Markus, mulai dari minimnya sarana prasarana penunjang di RSUD hingga hak keuangan spesialis.

Ketua Komite Medik RSUD Sejiran Setason, dr Mamorarika, Sp.OG menyampaikan terimakasih kepada Bupati Markus yang telah meluangkan waktu dan membuka ruang dialog dengan para spesialis.

Di hadapan Markus, spesialis kandungan yang akrab disapa dokter Moya ini mengaku memahami betul kondisi keuangan yang sulit di Bangka Barat saat ini hingga berujung penyesuaian TPP PNS.

“Kita paham kondisi pemda saat ini, hanya kami minta ke depan kalau memungkinkan, jasa pelayanan (JP) para medis itu tolong dipercepat, kalau bisa satu dua bulan sudah dibayarkan,” kata dokter Moya.

Baca Juga  Warga Mislak Temukan Uli Sudah Tidak Bernyawa

Sementara dokter spesialis konservasi gigi, drg. Martariwansyah, Sp.KG yang sehari sebelumnya diberitakan mundur sebagai ASN Bangka Barat di salah satu media online, justru tidak menyinggung perihal pengunduran dirinya sebagai ASN saat bertemu bupati.

Dokter Iwan mengakui dirinya bisa menjadi seperti saat ini tidak terlepas dari peran serta Pemda Bangka Barat.

Lebih lanjut dia menyampaikan perihal minimnya sarpras penunjang yang mencakup peralatan yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat termasuk rencana penyesuaian TPP hingga minimnya kesempatan bagi pengembangan kapasitas dokter spesialis.

Bupati Bangka Barat Markus di hadapan para spesialis menegaskan, dirinya terpaksa mengambil kebijakan tidak populis karena menyesuaikan TPP PNS demi bisa membawa Bangka Barat keluar dari persoalan utang tahun lalu nyaris Rp 50 miliar tersebut.

Baca Juga  AIPTU Purnomo Bhabinkamtibmas Berprestasi

“Dengan kondisi utang pemda tahun lalu hampir Rp 50 miliar itu, siapapun bupatinya pasti akan menyesuaikan TPP karena tidak ada cara lain. Dan saya harus sampaikan sepanjang berdirinya Bangka Barat hingga saat ini, baru ada kejadian seperti ini. Saya pribadi tidak tega mengurangi TPP, ini sangat terpaksa. Bahkan sampai saat ini pun masih dipikirkan formula pengurangan terbaik supaya tidak memberatkan pegawai kita. Tahun ini memang sulit karena harus nanggung utang tahun lalu, mohon pengertiannya untuk sedikit bersabar siapa tau tahun depan sudah sehat keuangan kita,” kata Markus.

Sementara terkait insentif jasa pelayanan (JP), Markus memastikan akan segera diproses jika peraturan direktur (Perdir) terkait JP tersebut sudah final.

Merespon minimnya sarpras penunjang praktek spesialis, Markus meminta manajemen BLUD memikirkan hal tersebut termasuk stok obat yang sering kosong.

Baca Juga  Bersatu Tanggulangi COVID-19

“Obat-obat perlu dilengkapi, kasian masyarakat kurang mampu kalau harus beli di luar. Terkait Faskes, saya pengen RSUD kita itu harus ada yang dibanggakan misalnya terbaik di bagian pelayanan gigi atau lainnya.

Markus lantas meminta para spesialis untuk tak sungkan menyampaikan apa saja kendala di lapangan kaitannya dengan pelayanan di RSUD Sejiran Setason.

“Kalau ada masalah, sampaikan. Kita harus komunikasi, jangan ada jarak. Pak Bupati terbuka. Ayo kita sama-sama perbaiki RSUD kita,” pungkas dia.

Untuk diketahui, para spesialis RSUD yang hari ini berdialog dengan Markus diantaranya dr Jasa Sidabutar, Sp. M, drg Martariwansyah, Sp.KG, dr Mamorarika, Sp.OG, dr Erwin Sumardi, Sp.KJ, dr Imas Nurhayati, Sp.PK, dr Muslinah, Sp.PA dan
dr Fatrisia, Sp.OG. (𝗦𝗛𝗟)