PANGKALPINANG – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, menyoroti kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul laporan menu tidak layak konsumsi di Belitung dan Kota Pangkalpinang.
Maryam menekankan, masalah ini tidak boleh dianggap sepele karena program MBG bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi siswa. Ia meminta langkah tegas agar program berjalan sesuai tujuan.
“Temuan-temuan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Harus ada langkah tegas agar program ini benar-benar berjalan sesuai tujuan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia mendesak instansi terkait, termasuk Badan Gizi Nasional daerah dan Dinas Kesehatan, untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makanan, terutama dapur yang masuk dalam aduan masyarakat.
Maryam menekankan pengawasan tidak cukup hanya inspeksi mendadak, tapi harus diikuti tindakan tegas bila ditemukan pelanggaran. Pemeriksaan kandungan berbahaya seperti formalin, arsenik, dan sianida juga harus rutin dilakukan.
Selain itu, ia meminta evaluasi terhadap vendor atau dapur penyedia makanan. Jika terbukti tidak higienis atau menyediakan makanan tidak layak, vendor harus bertanggung jawab dan diberi sanksi sesuai ketentuan.
Maryam juga mendorong Dinas Pendidikan memastikan standar distribusi makanan diterapkan, termasuk tidak lagi menggunakan kendaraan terbuka dan menjaga waktu pengiriman agar kualitas makanan tetap terjaga. Sekolah juga diminta menyiapkan mekanisme pengaduan cepat bagi siswa maupun guru.
“Laporan tersebut harus segera ditindaklanjuti agar menjadi bahan evaluasi dan mencegah kejadian serupa terulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan transparansi penggunaan anggaran dan pemenuhan standar gizi yang benar-benar sesuai untuk siswa. Program MBG juga bisa menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal, dengan catatan wajib memenuhi standar higienitas dan kualitas makanan.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Babel berencana mengundang pihak SPPG, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Gizi Nasional, dan pemangku kepentingan lain untuk duduk bersama membahas solusi agar program MBG berjalan optimal.
“Kita ingin semua pihak bersinergi mencari solusi dan merumuskan langkah bersama agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa,” tutup Maryam. (*)


