PANGKALPINANG – Merasa terusik karena lahan yang selama ini tempat mereka mengantungkan hidup diakui Pemerintah sebagai Hutan Lindung ataupun Hutan Produksi, masyarakat Desa Perlang Datangi DPRD Babel. Mereka meminta DPRD memperjuangan nasib mereka yang terombang ambing karena belum jelasnya legalitas lahan perkebunan.
Masyarakat yang didampingi Kepada Desa Perlang Yani Basaroni, selama ini mengaku tidak mengetahui bahwa lahan yang mereka garap itu kawasan hutan produksi (HP) atau hutan lindung (HL). Mereka hanya berpikir ini sudah ada sejak dulu dan darisanalah kakek nenek mereka menghidupi mereka.
Menurut Yani Basaroni, masyarakat Desa Perlang berharap DPRD Babel bisa secepatnya membantu kepastian legalitas lahan yang ada sehingga mereka bisa berusaha di lahan tersebu. “Kami pihak desa sudah mendata lahan warga yang termasuk kawasan HL atau HP. Kami berharap pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan terhadap warga yang bertani dengan luasan lahan maksimal 5 hektare,” kata Kades Perlang.
Saat mengimput data tersebut, kata Yani Basaroni, Pemdes Perlang melibatkan mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung. “Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung yang sedang melakukan KKN kita berdayakan untuk penginputan data warga keterlanjuran bertani di kawasan HP dan HL,” kata Yani Basaroni, Sabtu (9/8/2025).
Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Lubuk Besar, perihal penginputan data ini.
“Hal ini menindaklanjuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Babel, Kejati Babel dan Korwil Satgas PKH Babel 14 hari lalu di ruang pertemuan DPRD Provinsi Babel,” ungkapnya.
“Data ini sudah 14 hari diinput setelah RDP. Selanjutnya akan di bawa ke pemerintah pusat, agar menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan terkait keterlanjuran bertani di dalam kawasan HP dan HL,” timpalnya.
Ketua KKN IAIN Bangka Belitung, Elvin mengucapkan terima kasih telah dilibatkan melakukan penginputan data warga yang bertani di dalam kawasan HP dan HL.
“Kami sangat bangga telah dilibatkan dalam memperjuangkan hak hak petani,” ungkapnya.
Sedikit banyak, ia bersama rekan-rekan di dalam program kerja tambahan ini telah menambah pengetahuan terhadap permasalahan di lingkungan masyarakat. “Permasalahan bertani di dalam kawasan sudah sepantasnya diperjuangkan,” tutupnya.
Terpisah, Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya saat pertemuan dengan para kades se Babel mengapresiasi perjuangan bersama ini. “Kita berjuang bersama-sama, semoga berdampak positif bagi petani,” ungkapnya. (*)

