PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyoroti penurunan jumlah muzakki atau pembayar zakat profesi di Negeri Serumpun Sebalai yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius.
Didit mengungkapkan, sebelumnya terdapat sekitar 5.045 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyalurkan zakat profesinya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Namun kini, jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan.
“Dulu ada sekitar 5.045 orang yang bayar zakat profesi, sekarang menurun. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini harus direspons dengan langkah konkret, terutama dengan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Baznas serta memperkuat program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, Baznas harus lebih aktif dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang kelontong agar tidak terjerat pinjaman online maupun praktik rentenir.
“Baznas harus bisa jadi solusi bagi masyarakat kecil, terutama agar mereka tidak terjebak pinjol,” tegasnya.
Selain sektor ekonomi, Didit juga mendorong Baznas untuk memperluas bantuan di bidang pendidikan. Ia berharap tidak ada lagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terkendala biaya sekolah.
“Jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah atau beli seragam. Baznas harus hadir di situ,” katanya.
Tak hanya itu, Didit juga meminta Baznas memperluas jaringan muzakki dengan menggandeng sektor swasta dan BUMN besar seperti Pelindo dan Pertamina.
Menurutnya, optimalisasi potensi zakat sangat penting untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial yang belum sepenuhnya tercover oleh APBD.
“Kalau ini dimaksimalkan, tentu akan sangat membantu pemerintah. Tidak semua persoalan bisa ditangani oleh APBD,” pungkasnya. (*)


