PANGKALPINANG – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan PT TIMAH (Persero) Tbk. Sebanyak sembilan personel Emergency Response Group (ERG) diberangkatkan untuk membantu penanganan pascabencana bersama Posko Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tim ERG PT TIMAH dilepas secara resmi oleh Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha PT TIMAH, Harry Budi Sidharta, di Pangkalpinang, Senin (31/8/2026).
Mereka akan menuju Kabupaten Ende sebagai lokasi awal pelaksanaan misi kemanusiaan, sebelum melanjutkan kegiatan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya, termasuk Ruteng. Pergerakan tim akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo. Guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Ende dan Ruteng.
Sembilan personel yang diberangkatkan terdiri dari unsur rescue, dokter, perawat, volunteer, serta personel pendukung lainnya. Kehadiran tenaga medis diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih membutuhkan layanan kesehatan setelah bencana.
Tak hanya membawa misi medis, tim ERG PT TIMAH juga akan menyalurkan bantuan logistik serta menyiapkan program trauma healing bagi masyarakat terdampak, khususnya mereka yang masih mengalami dampak psikologis akibat gempa.
Harry Budi Sidharta mengatakan keberangkatan tim ERG merupakan bagian dari kontribusi PT TIMAH dalam misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat NTT bangkit setelah bencana.
Menurutnya, meski sejumlah wilayah mulai berangsur membaik, masih terdapat berbagai kebutuhan yang harus ditangani. Karena itu, tim ERG diharapkan mampu memberikan bantuan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi.
“Yang paling penting kita luruskan niat untuk kemanusiaan. Alhamdulillah, melalui PT TIMAH kita diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk memberikan bantuan kemanusiaan di NTT,” ujar Harry.
Ia meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak di lokasi bencana.
Harry menyebut setiap anggota tim telah memiliki pembagian tugas masing-masing. Bantuan medis, distribusi kebutuhan pokok, hingga dukungan lainnya akan diberikan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Saya berpesan kepada tim untuk bersikap profesional, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik. Kita harapkan semua dapat menjalankan misi kemanusiaan dengan sehat. Semoga perjalanan ini menjadi ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua ERG PT TIMAH, Ali Samsuri, mengatakan keberangkatan sembilan personel tersebut merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Ali berpesan agar seluruh anggota tim menjaga kekompakan, kesehatan, serta nama baik perusahaan selama menjalankan misi kemanusiaan di NTT.
“Kawan-kawan semua adalah perwakilan PT TIMAH. Jaga nama baik PT TIMAH dan jaga kesehatan. Kekompakan tim harus dijaga,” pesannya.
Ia berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pelayanan kesehatan, tetapi juga dukungan ringan yang dibutuhkan warga selama proses pemulihan.
Misi sembilan personel ERG PT TIMAH ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat NTT melewati masa sulit pascagempa, sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan dapat hadir sesuai kebutuhan mereka di lapangan. (*)
Sumber : Humas PT Timan


