PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin (Udin..red) menegaskan komitmennya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan tarif pajak.
Dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang di Balai Besar Betason, Senin (6/4/2026), Saparudin mengungkapkan masih banyak potensi PAD yang belum tergarap optimal, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Ia menyebut, saat ini baru sekitar 50 persen masyarakat yang memiliki rumah dan tanah tercatat serta membayar PBB. Kondisi ini dinilai menciptakan ketimpangan di tengah masyarakat.
“Ini persoalan keadilan. Tidak adil kalau rumah si A ditarik PBB, sementara rumah si B tidak,” tegasnya.
Saparudin memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak. Sebaliknya, fokus diarahkan pada pemerataan penarikan agar seluruh wajib pajak mendapatkan perlakuan yang sama.
Selain PBB, iuran sampah juga menjadi perhatian serius. Ia menilai masih banyak rumah tangga yang belum terdata dalam sistem penarikan iuran.
“Kita tidak menaikkan iuran, tapi mengoptimalkan pemerataannya. Ini soal keadilan dan pelayanan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkot juga tengah mengkaji potensi peningkatan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor sebagai langkah memperkuat pendapatan daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Saparudin menekankan pentingnya peran aparat kecamatan dan kelurahan dalam melakukan pendataan yang akurat.
“Dengan data yang baik, penarikan akan lebih maksimal. Ini tugas kita bersama,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan yang dinilai masih menjadi tantangan. Minimnya budaya gotong royong di sejumlah wilayah disebut turut memperparah kondisi tersebut.
Ia mengaku masih menerima laporan terkait lingkungan yang dipenuhi sampah serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan.
“Jangan hanya mengajak, tapi tidak ikut gotong royong,” sindirnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya soal fasilitas, melainkan juga budaya hidup bersih.
“Kalau budaya hidup bersih tidak ada, percuma. Buang satu sampah saja, tidak sampai satu jam sudah penuh lagi,” katanya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mengintensifkan kegiatan kebersihan hingga ke pasar-pasar serta mendorong gotong royong rutin di lingkungan masyarakat.
Saparudin optimistis, jika dilakukan secara konsisten, upaya optimalisasi PAD dan peningkatan budaya hidup bersih dapat berjalan beriringan.
“Kalau kita lakukan pelan-pelan tapi terus, saya yakin Pangkalpinang akan menjadi kota yang bersih dan berkeadilan,” tutupnya. (*)


