PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) tancap gas mendorong pelaku UMKM naik kelas. Lewat program sertifikasi halal gratis, ribuan pelaku usaha kini makin percaya diri menembus pasar nasional hingga global.
Kegiatan pembukaan dan penyerahan Sertifikasi Halal bagi Pengusaha UMKM Tahun 2026 digelar di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Selasa (17/3/2026), dan dihadiri langsung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama jajaran penting daerah dan mitra terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas usaha, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga dari jaminan kehalalan.
“Produk berkualitas saja tidak cukup. Kehalalan juga menjadi kunci kepercayaan konsumen, apalagi untuk menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Pemprov Babel mencatat capaian positif. Sepanjang 2025, sebanyak 144 UMKM telah mengantongi sertifikat halal. Sementara di tahun 2026, Babel mendapat kuota fantastis: 5.918 sertifikat halal gratis untuk usaha mikro dan kecil.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat kebijakan wajib halal secara nasional akan mulai diberlakukan pada Oktober 2026. Artinya, pelaku usaha dituntut bergerak cepat agar tidak tertinggal.
“Ini bukan sekadar sertifikat, tapi tiket UMKM Babel untuk naik kelas dan bersaing di pasar global,” ujar Gubernur.
Tak hanya soal legalitas, Pemprov Babel juga menghadirkan solusi permodalan. Pelaku UMKM kini bisa mengakses pinjaman tanpa agunan senilai Rp50 juta hingga Rp100 juta yang dijamin langsung oleh pemerintah daerah.
Program ini disambut antusias oleh pelaku usaha. Rika Safitri, pemilik usaha katering asal Bangka, mengaku sertifikat halal menjadi dorongan besar untuk meningkatkan kualitas produknya.
“Sertifikat ini bikin kami lebih percaya diri. Harapannya bisa bersaing, bahkan sampai luar daerah,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Dodi Radian, pelaku usaha kuliner “Sosis Ala Bandung”. Ia menilai program ini membuka peluang lebih luas bagi UMKM lokal untuk berkembang.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Pemprov Babel optimistis UMKM akan menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“UMKM kuat, ekonomi Babel ikut melesat,” pungkas Gubernur. (***)
Sumber : Biro Adpim


