PANGKALPINANG – Perjalanan panjang RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang menjadi bukti nyata transformasi layanan kesehatan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dari awal berdiri sebagai rumah sakit kelas D pada tahun 1981/1982, kini RSUD Depati Hamzah telah berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan berbagai peningkatan fasilitas dan status akreditasi.
Didirikan menggunakan dana APBN Kementerian Kesehatan RI dan dipimpin pertama kali oleh dr. Syahrizal, rumah sakit ini terus mengalami perkembangan signifikan. Pada tahun 1993, statusnya resmi naik dari kelas D menjadi kelas C berdasarkan Surat Menteri Kesehatan RI Nomor 197/MENKES/SK/II/1993 serta keputusan Wali Kota Pangkalpinang saat itu. Peningkatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayanan kesehatan di Kota Pangkalpinang.
Memasuki era Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, RSUD Depati Hamzah juga bertransformasi dengan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh pada tahun 2009. Langkah ini memperkuat fleksibilitas pengelolaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2012 RSUD Depati Hamzah berhasil meraih status akreditasi lima bidang pelayanan, meliputi Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Medis, Gawat Darurat, Keperawatan, serta Rekam Medis. Kemudian pada tahun 2016, rumah sakit ini kembali menunjukkan komitmennya dengan meraih akreditasi tingkat Madya (Bintang 3).
Perubahan besar juga terjadi pada sektor infrastruktur. Mengingat bangunan lama yang telah digunakan puluhan tahun, Pemerintah Kota Pangkalpinang menggagas pembangunan gedung baru RSUD Depati Hamzah yang mulai direncanakan pada masa kepemimpinan Wali Kota Zulkarnain Karim dan dilanjutkan oleh Wali Kota M. Irwansyah. Pembangunan tersebut rampung pada tahun 2017.
Momentum bersejarah terjadi pada 15 Januari 2019, saat gedung baru resmi dioperasikan dan diresmikan oleh Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil. Pelayanan seperti IGD, rawat inap bedah dan non-bedah, serta radiologi mulai dipindahkan ke gedung baru yang lebih modern dan representatif.
Sehari setelahnya, pada 16 Januari 2019, dilakukan pelantikan Direktur RSUD yang baru, dr. Nugroho Muji Pamungkas, Sp.B. Saat ini, manajemen rumah sakit terus berupaya menyempurnakan pelayanan terintegrasi di gedung baru, termasuk pengembangan layanan rawat inap kebidanan, operasi, hemodialisa, rawat jalan, hingga laboratorium.
Sepanjang perjalanannya, RSUD Depati Hamzah telah dipimpin oleh sejumlah direktur yang berkontribusi besar dalam perkembangan rumah sakit. Setiap periode kepemimpinan membawa warna dan inovasi tersendiri dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Dengan sejarah panjang, transformasi sistem pengelolaan, peningkatan akreditasi, hingga hadirnya gedung baru, RSUD Depati Hamzah terus menegaskan posisinya sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (***)


