SEMARANG – Upaya membangun generasi muda yang sehat terus digencarkan Universitas Muhammadiyah Semarang melalui Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Lewat kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Gerakan Sehat Berbasis Pesantren, edukasi kesehatan kini menyasar langsung lingkungan santri di Pondok Pesantren Putra UNIMUS.
Kegiatan ini diikuti 30 mahasiswa dan difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan, khususnya pencegahan penyakit kronis seperti hipertensi dan gangguan muskuloskeletal. Sejak awal kegiatan, peserta langsung mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan berupa screening tekanan darah serta pre-test berbasis barcode untuk mengukur pemahaman awal.
Kaprodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Yunie Armiyati menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk pola hidup sehat sejak dini.
“Pesantren adalah lingkungan yang tepat untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat. Pencegahan penyakit kronis harus dimulai dari usia muda dengan edukasi berkelanjutan,” ujar Yunie Armayati dalam keterangan tertulis diterima redaksi suarabangka.com, Selasa (7/4/2026)..
Edukasi kesehatan dalam kegiatan ini dikemas interaktif. Mahasiswa spesialis, Pandu Aseta memaparkan materi tentang Hernia Nukleus Pulposus (HNP), yaitu kondisi gangguan tulang belakang yang dapat menyebabkan nyeri hingga gangguan mobilitas. Ia menekankan pentingnya menjaga postur tubuh dan aktivitas fisik seimbang, terutama bagi usia produktif.
Tak kalah menarik, dosen UNIMUS, Prima Trisna Aji memperkenalkan inovasi “SMART LIVING APPROACH” sebagai strategi pencegahan hipertensi berbasis mahasiswa pesantren. Pendekatan ini menggabungkan pola hidup sehat, olahraga rutin, manajemen stres, hingga monitoring kesehatan mandiri.
“Mahasiswa pesantren punya potensi besar menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan,” jelasnya.
Suasana semakin hidup saat sesi diskusi interaktif yang dipandu Sekretaris Prodi, Warsono. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, terutama terkait pencegahan penyakit muskuloskeletal dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ini juga dilengkapi demonstrasi langsung praktik pencegahan penyakit, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, serta foto bersama. (*)


