PANGKALPINANG — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal lintas generasi yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia Bangka Belitung. Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua KNPI Babel, Zamzani, yang dikenal dengan sebutan Gubuk Sejuta Inovasi. Sejumlah tokoh senior yang memiliki peran penting dalam perjalanan KNPI Kabupaten Bangka maupun Bangka Belitung turut hadir, di antaranya Romadi Hamid, Efendi Harun, Mustarih, Rudiansyah, Suharto, dan Agus Adaw.
Selain itu, hadir pula Wirza serta Ketua KNPI Bangka, Adi Putra, bersama jajaran pengurus dan tokoh masyarakat lainnya.
Zamzani menegaskan, Halal Bihalal ini menjadi momen penting bagi generasi muda untuk menyerap pengalaman dan nasihat dari para senior.
“Ini ruang belajar bagi kami. Arahan dan nasihat dari para senior menjadi bekal penting bagi pemuda Bangka Belitung dalam melangkah ke depan,” ujarnya.
Pesan kuat juga disampaikan Agus Adaw. Ia mengingatkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam organisasi, yakni sebagai fasilitator, stabilisator, dan katalisator pembangunan, sebagaimana tertuang dalam AD/ART KNPI.
“Pemuda jangan tidur. Tantangan pembangunan masih banyak, dan itu butuh peran aktif kita semua,” tegasnya.
Senada dengan itu, Efendi Harun menaruh harapan besar pada kepemimpinan KNPI Babel saat ini. Ia menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“KNPI harus lebih inovatif dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Bangka Belitung,” katanya. (**)


