Soal Fee 20 Persen, Kejati Babel Tancap Gas

PANGKALPINANG – Kajaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendalami dugaan aliran fee 20 persen di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Babel.

Mantan Wakajati Kepulauan Riau ini mengibaratkan sebuah kendaraan yang sedang berjalan kencang dengan bensin full sehingga tidak ada alasan untuk berhenti ke SPBU.

“Bila kami ditanya mau diberhentikan? belum ada halte untuk kami berhenti, kami belum menemukan hal itu untuk berhenti. Dan bensin kami masih cukup sehingga kami belum singgah ketempat pengisian untuk nambah,”ujar Daroe kepada wartawan di Gedung Kejati Babel, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga  Soal Tambang Tembelok, AKBP Ade Zamrah: Kami Tidak Main - Main! 

Daroe meminta kepada masyarakat  untuk menghormati proses penyelidikan yang saat ini masih berlangsung. Daroe memastikan Kejati Babel tetap tegak lurus dalam penanganan dugaan Tipikor di Dinas PUPR Babel.

“Berikan Suport kepada kami, Suport itu juga dalam bentuk – bentuk positif thinking. Lagi – lagi saya juga dilatih tidak berburuk sangka juga, jadi biasa saja,”tegasnya.

Diberitakan sebelumnya dugaan aliran fee 20 persen Dinas PUPR Babel diduga mengalir ke oknum pejabat teras diinstansi tersebut. Bahkan pihak Kejaksaan telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

Baca Juga  Gubernur Erzaldi: Mendidik Anak, Orang Tua dan Ustadz Harus Satu Frekuensi

Disisi lain dugaan fee 20 persen di PUPR Babel mendapat perhatian luas masyarakat tanpa terkecuali Permahi Babel, LSM AMAK dan Ormas LMP. (wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *