TNI AL Gelar Mudik Gratis Naik KRI, Ribuan Masyarakat Berangkat ke Bangka Belitung dan Jawa 

JAKARTA – Program mudik gratis yang digelar TNI Angkatan Laut disambut antusias ribuan masyarakat. Menggunakan kapal perang KRI Semarang-594 dan KRI Banda Aceh-593, para pemudik diberangkatkan langsung dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali bersama Menko Polkam Djamari Chaniago melepas langsung keberangkatan peserta mudik yang terbagi dalam dua rute utama, yakni Jakarta–Semarang–Surabaya dan Jakarta–Bangka Belitung.

Untuk rute menuju Kepulauan Bangka Belitung, jumlah peserta mencapai 1.239 orang, lengkap dengan kendaraan roda dua yang ikut diangkut. Tingginya minat masyarakat menunjukkan program ini menjadi solusi favorit mudik aman dan nyaman.

Baca Juga  Dorong Pertumbuhan EV di Tanah Air: PLN Bangun Lebih Dari 624 SPKLU Hingga Tahun 2023

Sementara itu, rute Jakarta–Semarang–Surabaya diikuti sekitar 1.300 hingga 1.447 penumpang. Seluruhnya diberangkatkan menggunakan fasilitas kapal perang yang telah disiapkan khusus oleh TNI AL.

KRI Semarang-594 dijadwalkan tiba di Bangka pada 16 Maret dan melanjutkan perjalanan ke Belitung pada 17 Maret, setelah menempuh jarak sekitar 400 mil laut. Kapal ini juga akan kembali melayani arus balik pada 27 hingga 29 Maret 2026.

KSAL Muhammad Ali menegaskan, program mudik gratis ini akan terus dikembangkan setiap tahun, termasuk kemungkinan penambahan rute baru untuk arus mudik maupun balik.

Baca Juga  Pencari Keadilan Mengadu ke IPW, Mahrita: Pak Hakim Tolong Bebaskan Suami Saya

“Selain kapal, TNI AL juga menyiapkan 110 unit bus dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur guna mendukung kelancaran perjalanan pemudik,”ujar M. Ali.

Menko Polkam Djamari Chaniago menyebut program ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Dukungan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyediakan konsumsi bagi sekitar 1.400 peserta selama perjalanan.

“Program ini dinilai efektif mengurangi kepadatan lalu lintas darat sekaligus menekan risiko kecelakaan, terutama pada jalur padat dari Jakarta menuju Pulau Jawa,”pungkasnya. (**)

Baca Juga  Hak Angket Tidak Akan Mengubah Hasil Pemilu, Pakar Hukum Sarankan Anies-Ganjar Legowo