SUARABANGKA.COM – PJ Wali Kota Pangkalpinang, Uni Ibnudin terlihat kagum dengan seorang pria yang sudah berusia 88 tahun namun masih aktif membaca di Perpustakaan.
Hal itu dia jumpai saat membuka bimbingan teknis (bimtek) membaca nyaring yang digelar di Auditorium Perpustakaan Umum Zulkarnain Karim, Senin (19/5/2025).
“Kita harus ajak anak-anak untuk lebih gemar membaca. Bahkan tadi ada pengunjung usia 88 tahun yang masih rajin datang ke perpustakaan. Kita yang muda jangan kalah semangatnya,”ujar PJ Wali Kota Unu Ibnudin.
Dikatakan Unu, dengan membaca nyaring tidak hanya melatih pelafalan, intonasi, dan ekspresi, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri.
“Ini cara efektif menyampaikan ilmu dan informasi secara menyenangkan, baik bagi pembaca maupun pendengar,”kata Unu.
Ia menambahkan, kebiasaan membaca harus dimulai sejak dini dan ditanamkan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kita harus ajak anak-anak untuk lebih gemar membaca. Bahkan tadi ada pengunjung usia 88 tahun yang masih rajin datang ke perpustakaan. Kita yang muda jangan kalah semangatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya pelatihan satu kali, tetapi dirancang untuk membentuk kesinambungan gerakan literasi di masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kami menyelenggarakan bimtek membaca nyaring. Seperti yang dijelaskan Pak Pj tadi, membaca nyaring sangat diperlukan. Kami pun menghadirkan narasumber yang sudah menjadi mitra dan berpengalaman, dengan banyak komunitas yang digerakkannya,” ujar Eti.
Eti berharap para peserta dapat menularkan keterampilan ini kepada anak-anak dan lingkungan sekitar.
“Supaya jangan berhenti sampai di sini. Guru harus bisa mencontohkan pada siswa, dan orang tua juga bisa membacakan cerita kepada anak sebagai pengantar tidur. Tidak cukup membaca dalam hati, tapi harus nyaring, agar anak tahu dan merasakan isi cerita,” jelasnya.
Terkait tingkat minat baca di Pangkalpinang, Eti mengungkapkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi, khususnya di perpustakaan umum yang kini tidak pernah sepi pengunjung.
“Tingkat membaca di perpustakaan ini luar biasa. Sampai waktu tutup pun pengunjung enggan beranjak. Kami kadang harus ‘setengah mengusir’ karena petugas juga harus pulang. Ini menandakan bahwa semangat membaca masyarakat Pangkalpinang sangat besar,” kata Eti.
Bahkan, menurutnya, Pangkalpinang menjadi daerah dengan minat baca tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Dan secara nasional, Babel menduduki peringkat kedua.
“Tahun lalu, Babel dapat peringkat dua nasional soal tingkat gemar membaca. Pangkalpinang termasuk yang tertinggi. Saya cukup bangga dengan ini,” tambahnya.
Ia menegaskan, output dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan para peserta dalam menerapkan metode membaca nyaring.
“Masih ada guru dan pustakawan yang belum paham apa itu membaca nyaring. Hari ini mereka belajar langsung. Misalnya, guru membacakan cerita ke siswa itu harus nyaring, bukan dalam hati, supaya siswa tahu apa yang sedang dibaca,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan yang menyasar guru, pustakawan, pegiat literasi, dan orang tua tersebut, dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik tahun anggaran 2025 untuk memperkuat budaya literasi berbasis inklusi sosial.
Bimtek yang berlangsung hingga Rabu (21/5/2025) ini diikuti 150 peserta, yang akan dibekali keterampilan membaca nyaring sebagai metode pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. (***)


