PANGKALPINANG – Di tengah dinamika politik nasional yang kian berkembang, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bangka Belitung mengajak seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) untuk mengambil peran sebagai penyejuk suasana, bukan justru memperkeruh keadaan.
Ketua KNPI Bangka Belitung, Zamzani, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas daerah dan nasional. Ia mengingatkan agar pemuda tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu politik, termasuk wacana pemakzulan presiden yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
KNPI Bangka Belitung berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya OKP, dapat terus menjaga persatuan serta bersama-sama mendukung pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.
“Pemuda harus menjadi penyejuk di tengah situasi yang berkembang. Jangan mudah terpancing isu-isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi yang berpotensi memecah belah persatuan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, dinamika politik dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, seluruh proses harus tetap berjalan sesuai konstitusi tanpa dibumbui narasi provokatif yang dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Zamzani juga menyoroti maraknya isu pemakzulan presiden yang berkembang di ruang publik. Ia menilai, jika tidak melalui mekanisme konstitusional yang jelas, isu tersebut justru dapat mengganggu stabilitas nasional serta menghambat jalannya pembangunan.
“Di tengah tantangan global saat ini, kita membutuhkan stabilitas dan dukungan bersama agar pembangunan nasional dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader KNPI dan elemen pemuda di Bangka Belitung untuk aktif menyuarakan pentingnya persatuan serta memperkuat solidaritas kebangsaan. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pemuda harus hadir sebagai kekuatan konstruktif, bukan justru memperkeruh suasana,” tegasnya.
Di era digital yang serba cepat, Zamzani juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi arus informasi. Ia menekankan pentingnya menyaring setiap informasi sebelum dibagikan guna menghindari penyebaran hoaks dan disinformasi.
“Kedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Saring setiap informasi sebelum dibagikan agar tidak menimbulkan keresahan,” pungkasnya. (rel)


