Camat Bukit Intan Soroti TPPO: Jangan Sampai Anak-anak Kita Terjerat

PANGKALPINANG – Camat Bukit Intan, Amir Laode, menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar di Aula SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026). Agenda tersebut turut membahas isu serius terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau pekerja migran ilegal yang sempat ramai di Bangka Belitung menjelang akhir tahun 2025.

Dalam kesempatan itu, Amir mengapresiasi pelaksanaan reses yang dinilainya dapat menjadi ruang mencari solusi atas berbagai persoalan sosial di daerah, termasuk TPPO.

Baca Juga  Perkuat Ekonomi Lokal: PT Timah Kucurkan Permodalan Bagi 158 UMKM

“Bagus, biar kita ada jalan keluarnya. Kasus-kasus TPPO yang sekarang banyak di luar, bisa terkomodir dengan ini, ada jalan keluar untuk menyalurkannya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pencegahan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak semakin banyak terjerat kasus pekerja migran ilegal.

“Jadi, jangan sampai anak-anak kita terlibat lebih jauh lagi, lebih banyak lagi terlibat TPPO ini,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai jumlah warga Kecamatan Bukit Intan yang menjadi korban TPPO atau pekerja migran ilegal, Amir menyebut belum ada data yang terdeteksi.

Baca Juga  Pemprov Babel-PII Teken Kerja Sama, Sudah Saatnya Insinyur Babel Berperan

“Bukit Intan belum terdeteksi. Tapi kegiatan ini menurut saya bagus, Alhamdulillah,” katanya.

Kegiatan reses tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di antaranya Eddy Iskandar, Ucok Oktahaber, Dody Kusdian, Sadiri, Hardi Efendi, dan Rustam Mataris. (***)