Meski Pandemi Waroeng SS Masih Bisa Raup Omset Rp1 Miliar Perhari

MESKI di tengah situasi Pandemi Covid-19 Waroeng SS masih bisa meraup omset sebesar Rp1 miliar perhari. Untuk bertahan memang tidak mudah, tapi pemilik warung Spesial Sambal ini menerapkan sejumlah kiat agar tetap bisa bertahan.

Hal ini dikatakan pendiri sekaligus pemilik Waroeng SS Yoyok Heri Wahyono, Selasa (30/3/2021).

“Warung SS adalah sebuah tim yang dibangun sejak awal. Karena itu, hingga memiliki 98 cabang seperti sekarang ini, yang menempati posisi ring satu dan dua di SS adalah mereka yang sejak mula ikut berjuang merintis dan membesarkan SS,” kata Yoyok.

Baca Juga  Petani Sawit 'Menjerit' Komisi II DPRD Babel Minta Pemerintah Pertegas Harga TBS

Selain itu, Yoyok megatakan kiat agar bisa bertahan meski di tengah situasi pandemi adalah kepemimpinan yang kuat sampai bisa mengikatkan diri dengan orang-orang yang dipimpin secara emosional.

Selain itu, lanjutnya, seorang pemimpin harus punya keyakinan dan nilai-nilai dalam diri. “Dalam hal ini saya, bukan hanya sebagai pemimpin formal yakni direktur, tapi apa yang harus saya tanamkan, mereka sudah dekat, bisa saya ajak menuju cita-cita bersama,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut dia agar nilai dan keyakinan berhasil dengan cepat, karyawan harus disejahterakan. Batin yang sejahtera menjadi tempat tumbuh suburnya benih nilai-nilai.Setelah itu baru menerapkan aturan berdasarkan nilai-nilai. Langkah teknisnya adalah membagi pemahaman, memberi keteladanan kepada karyawan, bekerja bersama.

Baca Juga  Aplikasi "Appekraf" Mudahkan Pendataan Pelaku Ekonomi Kreatif Pangkalpinang

“Cara paling efektif bagi seorang panglima perang adalah mentransfer semangat, skill dan keberanian kepada para prajuritnya, dengan ikut berperang bersama pasukannya,” ujar Yoyok.

Hingga kini dia masih turun bekerja setiap hari. Ia masih mengulek sambal, meriset, mengawasi, dan mengontrol pengadaan bahan baku.

Meski pandemi Covid-19 masih malanda Yoyok tidak ingin larut dengan situasi. “Segeralah bangkit menerjang. Terlalu lama tiarap, menahan diri menjadikan rapuh. Kalau menyerang, ada peluang menang meski korban jatuh. Ayo mulai berani menjual, berinovasi, pengembangan, lalui ujian ini dengan berlari,” ujarnya. (fh)

Baca Juga  Andil dalam Pengentasan Kemiskinan, Warta Ekonomi Apresiasi 95 Perusahaan dengan CSR Terbaik

Sumber: prosyarnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar