ZIARAH

Catatan Asro Kamal Rokan
(Wartawan Senior)

SUDAH lama tidak ziarah. Kamis (09/12/21) berziarah ke makam Apak, Omak, dan Bahpit di Pemakaman Simpang Dolok, Kecamatan Lima Puluh, Batubara, Sumatera Utara. Ini kampung kelahiran dan di sini orang-orang tercinta dimakamkan. Simpang Dolok berjarak sekitar 200 km dari Medan, sekitar dua jam perjalanan.

Tiga makam ini berada di baris depan pemakaman Islam, bersebelahan dengan kompleks pemakaman Datuk Lima Puluh dan keluarganya. Nisan Apak/Omak dan Bahpit (Akhas Taufik Rokan) terlihat masih baru. Abang saya, Ahmad Fadlan Rohmany, telah merehabilitasi makam.

Apak, HM Said Yahya, wafat Jumat, 14 Oktober 1988, dua tahun setelah saya tinggal di Jakarta. Apak menyusul Bahpit, yang wafat 39 hari sebelumnya. Dalam waktu sekitar sebulan itu, Omak kehilangan Apak dan Bahpit. Omak, yang makamnya disatukan dengan Apak, wafat 21 tahun setelah itu, Senin (16 Februari 2009).

Kematian itu pasti. Ada yang datang, ada yang pergi. Ahmad Husni Ridho, anak tertua Apak-Omak, wafat pada usia 15 tahun, sebelum saya lahir. Kemudian susul menyusul. Setelah Bahpit, Apak, Omak meninggal, disusul Bang A Muchyan AA, wartawan dan mantan Ketua PWI Sumut, pada 2015, kemudian Kakak tertua kami Jawahir Qonaah dan Kak Hafizatul Abadi. Kini tinggal kami bertiga, Kak Naimatul Akmal, Bang Ahmad Fadlan Rohmany, dan saya — yang menunggu waktu pulang.

Baca Juga  Kapolda Babel Bawa Angin Segar

*****

DI Batubara, masyarakat memanggil Apak dengan nama Fakih Tua, juga Tuan Fakih atau Tuan Poke. Nama Fakih tersebut mungkin karena Apak sejak muda mendalami ilmu fikih ketika belajar di Bukit Martajam, Malaysia.

Dilahirkan pada 1910, Apak anak dari Syekh Yahya Affandi, Tuan Guru kedua Tareqat Naqsyabandi di Babussalam, Langkat. Syekh Yahya adalah putra pertama Syekh Abdul Wahab Rokan Alkhalidi Naqsyabandi, yang menyebarkan tareqat di Sumatara, Malaysia, dan Singapura. Abdul Wahab Rokan berguru pada Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabbal Abu Qubais, Mekkah.

Baca Juga  Masih Tentang Kontroversi Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 2 -2021

Semasa hidup, Apak sangat rajin membaca. Meski tinggal di kampung yang belum dialiri listrik, Apak telah langganan koran Medan sebelum saya lahir. Koleksi bukunya banyak. Selain kitab-kitab Arab gundul, juga buku Capita Selecta karya Muhammad Natsir, buku Muhammad Abduh, buku Jamaluddin al-Afghani. Juga novel-novel Hamka, novel tentang Andalusia karya sastrawan Lebanon Jurji Zaidan. Saya masih SMP dan ikut membacanya, termasuk cerita bergambar Taguan Hardjo.

Ketika pulang dari ibadah haji, isi koper Apak dipenuhi kitab-kitab. Beberapa pekan setelah di rumah, datang lagi dua koper susulan, juga kitab-kitab. Buku-buku tersebut kami wakafkan pada seorang ustadz muda di kampung, tidak lama setelah Apak wafat.

Setelah selesai menjabat Ketua Urusan Agama (KUA) di Labuhan Ruku, Batubara, Apak bertugas sebagai Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Asahan, membidangi faraid (harta waris), juga anggota MUI Asahan.

Apak mengajarkan kepada kami nilai hidup dan kesederhanaan. Ketika wafat, Apak mewariskan keteladanan dan ilmu, sebuah rumah berteduh, buku-buku, pensiunan pegawai negeri untuk Omak, dan sepeda tua merek BSA, yang dahulu saya gunakan ke sekolah SMP Negeri Lima Puluh, sekitar 10km dari rumah kami.

Baca Juga  Cerita Setelah di Pesantren

Di pemakaman ini, saya bersama empat keponakan. Anak Alm Kak Hafizatul Abadi (Farhatul Muhayya, Fadhlatul Ahyani-suaminya Zulham), dan Afwatul Ahibbah (anak Alm Kak Jawahir Qonaah). Kami ziarah untuk nanti pergi juga — mungkin pula diziarahi.

Di makam Apak, Omak, dan Bahpit kami berdoa. Hening dan begitu sunyi. Angin sesekali menerpa wajah kami dan dedaunan pohon kamboja.

Jasad berakhir di makam. Sunyi, rebah di tanah asal mula manusia, menunggu masa perhitungan. Begitulah. Hukum Allah berlaku pada siapa saja — tidak terkecuali.

Ya Allah, kami pun dalam perjalanan. Jika waktu sampai, kumpulkan kami semua di Jannatun Na’im. Aamiin yaa Robbal’Alamiin …

Medan, 12 Desember 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *