Askolani Dilantik Sebagai Mustasyar PCNU Banyuasin

BANYUASIN – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH dilantik sebagai Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuasin Masa Khidmat 2025–2030 di Graha Sedulang Setudung, Pangkalan Balai,  Selasa (11/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar kepada jajaran pengurus PCNU yang baru dilantik.

“Atas nama pribadi, pemerintah, dan masyarakat Kabupaten Banyuasin, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuasin Masa khidmat 2025–2030, yang hari ini resmi dilantik. Semoga amanah ini dapat diemban dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, serta mampu membawa NU semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan daerah tercinta ini,” ujar Bupati.

Baca Juga  Eva Hafidurrohmah Wakili Indonesia di Ajang MTQ Internasional

Ia juga menekankan bahwa sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun karakter bangsa melalui nilai-nilai Islami yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang.

“Di tengah berbagai tantangan zaman, NU telah membuktikan diri sebagai penjaga moralitas, perekat sosial, dan benteng NKRI,” lanjutnya.

Bupati Askolani juga sangat mengapresiasi kiprah NU di Kabupaten Banyuasin, yang selama ini senantiasa bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga  Bersama 4 Kepala Daerah di Sumsel, Bupati Askolani Berkomitmen Wujudkan Pelayanan Publik Bebas Korupsi

“Ke depan, kemitraan dan kerjasama yang sinergis ini, dapat terus ditingkatkan dalam semangat kolaborasi dan gotong royong,” ungkapnya.

Sementara itu, Katib PBNU KH Muhyidin Thohir dalam Tausiyahnya mengingatkan pentingnya beragama dengan benar sesuai ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menanamkan hikmah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Menjadi penting bagi umat Islam, khususnya warga NU, untuk senantiasa berpegang pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menjaga hikmah dalam setiap tindakan, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI,” ujar KH Muhyidin Thohir. (diskominfo)

Baca Juga  Sekda Erwin Pimpin Rapat Koordinasi Kegiatan KARTIKA