Harmoni Alam dan Tradisi, Ritual Nujuh Jerami Mapur Bersinar Berkat Dukungan PT TIMAH

PANGKALPINANG – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam menjaga warisan budaya kembali terlihat nyata melalui dukungannya terhadap Ritual Adat Nujuh Jerami yang digelar masyarakat adat Mapur di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka.

Puncak perayaan yang berlangsung di Kampung Adat Gebong Memarong pada Rabu (29/4/2026) menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen, sekaligus pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Tradisi turun-temurun ini sarat dengan nilai kearifan lokal yang masih dijaga dengan penuh khidmat oleh komunitas Mapur.

Baca Juga  Dorong UMKM Tumbuh, PT Timah Tbk Bantu Modal dan Berikan Pendampingan

Prosesi adat dipimpin langsung oleh Ketua Adat Abok Usang Gedoy, diikuti masyarakat setempat dalam suasana sakral. Setelah itu, perayaan semakin semarak dengan beragam pertunjukan seni budaya, mulai dari tari tradisional oleh pelajar, pencak silat, hingga Tari Campak yang menutup rangkaian acara.

Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko, menegaskan bahwa tema tahun ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga keseimbangan alam. Ia juga mengapresiasi kontribusi PT TIMAH yang tidak hanya mendukung kegiatan adat, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui program nyata. Salah satu kontribusi tersebut adalah fasilitasi penulisan buku Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah pada 2021, serta pelatihan bagi pelaku UMKM dan pemandu wisata lokal.

Baca Juga  Rayakan HUT ke-29, PT DAK Berupaya Menjadi Produsen Kapal Terbaik di Industri Maritim

“Dukungan ini benar-benar memberdayakan masyarakat adat dan memperkuat identitas budaya kami,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Bupati Bangka, Fery Insani, yang menilai kehadiran PT TIMAH telah memberikan dampak signifikan, termasuk pembangunan fasilitas homestay yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini contoh nyata bagaimana program CSR mampu menghidupkan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan budaya. Circular economy di sini benar-benar berjalan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, serta Anggota Komisi II DPRD Bangka, Ruslina, yang menilai sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat menjadi kunci keberhasilan pelestarian budaya Mapur.

Baca Juga  Peringati Bulan K3 Nasional: PT Timah Komitmen Laksanakan Budaya K3 Hingga Gelar Beragam Kegiatan

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong terus berkembang sebagai pusat edukasi budaya sekaligus destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Keberlangsungan Ritual Nujuh Jerami menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan—selama ada kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan dunia usaha. (*)