Inflasi Rendah, Strategi Teruji, Masyarakat Terlindungi

PANGKALPINANG – Pangkalpinang kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif, pemerintah kota berhasil menjaga laju inflasi tetap rendah dan stabil melalui strategi yang terukur serta koordinasi lintas sektor yang solid.

Berdasarkan data terbaru, Pangkalpinang menempati posisi kedua nasional dalam pengendalian inflasi dari 96 kota di Indonesia. Laju inflasi tercatat sebesar 0,78 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di kisaran 2,42 persen.

Capaian ini mencerminkan efektivitas kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Udin bersama Wakil Wali Kota Cece Dessy, pengendalian inflasi tidak lagi sekadar agenda rutin, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret yang berdampak langsung di lapangan. Peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah menjadi kunci dalam memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga  Plt Asisten Perekononian dan Pembangunan Pangkalpinang Hadiri Rakor Kemendagri dan Kementan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja konsisten, bukan sesuatu yang instan.

“Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan pengendalian inflasi berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan, “ujar Juhaini.

Dari sisi struktur, tekanan inflasi terbesar berasal dari sektor transportasi dengan kontribusi 0,46 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau relatif terkendali di angka 0,16 persen.

Hal ini menunjukkan adanya pengaruh faktor eksternal, terutama kenaikan harga bahan bakar pesawat yang berdampak pada tarif angkutan udara.

Baca Juga  Parkir Berlangganan Diprediksi Dongkrak PAD

Namun demikian, langkah antisipatif pemerintah daerah dinilai berhasil meredam tekanan tersebut. Bahkan, sektor pendidikan justru memberikan kontribusi positif dengan deflasi sebesar 0,46 persen, didorong oleh kebijakan pembebasan iuran pendidikan dari pemerintah provinsi.

“Kebijakan ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, “jelasnya.

Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang terus dijaga.

“Pemerintah kota akan tetap fokus pada ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta perlindungan daya beli masyarakat, “ujar Prof Udin.

Baca Juga  Wali Kota Sampai Pj Gubernur Saksikan Pawai Baris Berbaris Kota Pangkalpinang

Senada, Cece Dessy menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi kuat di lapangan. Berbagai langkah seperti operasi pasar, pemantauan harga berkala, hingga sinergi dengan pemerintah pusat akan terus diperkuat demi menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Capaian ini menjadi bukti bahwa kebijakan yang konsisten dan tepat sasaran mampu memberikan dampak nyata.

“Pangkalpinang tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, ” tambah Cece Dessy. (*)