PEKANBARU – Ustadz Abdul Somad (UAS) menerima penghargaan JMSI Award 2026 kategori Voice of the Ummah yang akan diserahkan pada puncak peringatan HUT ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau, 25 Juni mendatang di Pekanbaru.
Penghargaan tersebut disampaikan langsung Panitia HUT JMSI Riau saat bersilaturahmi dengan UAS di Rumah Omak, kompleks Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Az-Zahra dan Pesantren Nurul Azhar, Rimbo Pajang, Kabupaten Kampar, Jumat (12/6/2026).
Rombongan JMSI Riau dipimpin Ketua JMSI Riau H. Dheni Kurnia bersama Ketua Bidang JMSI Award Dr. Syafriadi, Ketua Panitia HUT JMSI Efridel, Sekretaris JMSI Riau Alzam Deri, serta sejumlah pengurus lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dheni Kurnia menjelaskan bahwa UAS dipilih sebagai penerima penghargaan karena dinilai berhasil membawa nama Riau ke tingkat nasional dan internasional sekaligus berperan besar dalam mencerahkan umat melalui dakwah yang menyejukkan dan mencerdaskan.
“Kami menilai sangat layak Ustadz Abdul Somad menerima penghargaan ini. Beliau adalah putra terbaik Riau yang telah memberikan kontribusi besar bagi umat melalui dakwah dan pendidikan,” ujar Dheni.
Menanggapi penghargaan tersebut, UAS menyampaikan terima kasih sekaligus mengucapkan selamat Milad ke-6 JMSI. Ia berharap organisasi perusahaan pers itu terus berkembang dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat.
“Saya ucapkan tahniah, selamat Milad Jaringan Media Siber Indonesia ke-6. Semoga semakin berprestasi dan semakin mencerahkan umat,” kata UAS.
Dalam kesempatan itu, UAS juga menyampaikan pesan penting mengenai tanggung jawab media dalam membangun opini publik. Menurutnya, informasi yang terus-menerus dipublikasikan memiliki kekuatan besar mempengaruhi cara pandang masyarakat.
“Harus hati-hati memberitakan. Sesuatu yang batil kalau terus diberitakan betul, bisa menjadi betul. Sebaliknya, yang betul bisa dianggap batil,” tegas UAS.
Karena itu, ia menilai JMSI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi dan mencerahkan masyarakat. Sebagai organisasi perusahaan media, JMSI dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir publik.
“Begitu besarnya peran JMSI. Mudah-mudahan JMSI semakin bersemangat untuk mencerahkan Indonesia dan bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang JMSI Award Dr. Syafriadi menjelaskan penghargaan *Voice of the Ummah* diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada figur yang mampu menghadirkan pesan-pesan keislaman yang mencerdaskan, menyejukkan, dan membangun kesadaran publik.
Menurutnya, UAS tidak hanya dikenal sebagai penceramah, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan dinamika kehidupan modern melalui berbagai platform dakwah, termasuk media digital.
“Pers dan ulama memiliki kesamaan peran dalam komunikasi publik. Jika pers menyampaikan fakta dan informasi, maka ulama menyampaikan nilai, hikmah, dan tuntunan moral. Keduanya berkontribusi membangun ruang publik yang sehat dan berkeadaban,” kata Syafriadi. (rel)

