Kemdiktisaintek: Jangan Sampai Mahasiswa Berprestasi Gagal Kuliah

JAKARTA – Pemerintah bergerak memastikan tidak ada calon mahasiswa berprestasi yang harus mengubur impian kuliah hanya karena persoalan ekonomi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) melakukan penelusuran terhadap calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi masuk, namun belum melakukan registrasi ulang.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui alasan di balik keputusan calon mahasiswa yang tidak melanjutkan proses pendaftaran.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa setiap pilihan calon mahasiswa tetap dihormati, termasuk jika mereka memilih kampus lain atau jalur pendidikan berbeda.

Namun, apabila alasan tidak melakukan registrasi ulang berkaitan dengan keterbatasan biaya, PTN diminta aktif menjalin komunikasi dan mencari solusi agar mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tetap memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

Baca Juga  140 Tim Ramaikan Tournemen Sepak Bola Cup 2022, Bupati Bangka : Mempersatukan Sirahturahmi

Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah meninjau kembali penetapan kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT) berdasarkan kondisi ekonomi keluarga, sekaligus mengoptimalkan berbagai program bantuan pendidikan yang tersedia di perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi berbagai upaya PTN dalam membantu mahasiswa menghadapi kendala finansial. Upaya tersebut meliputi penyesuaian UKT, pemberian beasiswa dari perguruan tinggi, dukungan dari alumni dan mitra, hingga program work scholarship yang memberikan bantuan biaya pendidikan sekaligus pengalaman kerja.

Salah satu contoh praktik baik dilakukan oleh Universitas Mataram (Unram). Kampus tersebut menerapkan kebijakan UKT berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Data Unram menunjukkan sekitar 42 persen mahasiswa membayar UKT kelompok terendah, yakni Rp500 ribu hingga Rp1 juta per semester. Selain itu, sebanyak 690 mahasiswa mendapatkan pembebasan UKT penuh, termasuk 13 mahasiswa Program Studi Kedokteran.

Baca Juga  Pemprov Babel Rehabilitasi Lahan Kritis Bekas Tambang

Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi, termasuk pendidikan kedokteran, tetap dapat terbuka bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Selain perguruan tinggi, pemerintah daerah juga turut berperan memperluas akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa. Sejumlah daerah seperti DKI Jakarta dan Kalimantan Timur menjadi contoh pemerintah daerah yang menghadirkan dukungan bagi putra-putri daerah agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi.

Menteri Brian menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan biaya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan.

“Jangan sampai ada anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar, tetapi kehilangan kesempatan kuliah hanya karena persoalan biaya,” ujar Brian.

Baca Juga  Masyarakat Peduli Babel Tebar Pasar Murah, Warga Apresiasi Kepedulian Erick Thohir

Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, setiap talenta terbaik Indonesia harus mendapatkan peluang yang sama untuk berkembang tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga.

Penelusuran terhadap calon mahasiswa yang belum melakukan registrasi ulang juga menjadi bagian dari evaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Data yang diperoleh PTN nantinya akan digunakan untuk memperbaiki layanan informasi, mekanisme penerimaan, serta memperkuat program afirmasi dan bantuan pendidikan agar lebih tepat sasaran.

Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, pemerintah berkomitmen membangun pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan sehingga tidak ada talenta Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kendala biaya. (***)

Sumber: UBB