BANGKA — Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyesuaian kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Melalui Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP), UBB menggelar Workshop Penyesuaian Kurikulum Berbasis OBE sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Balai Cendekia Kampus, Gedung GALA UBB, tersebut diikuti 74 peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, ketua program studi, tim penyusun kurikulum, serta dosen di lingkungan Universitas Bangka Belitung.
Workshop dibuka langsung oleh Rektor UBB Ibrahim. Ia menyampaikan bahwa kurikulum menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga perlu terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
Menurut Ibrahim, evaluasi kurikulum idealnya dilakukan secara berkala setiap dua tahun untuk memastikan implementasinya tetap relevan, sedangkan pembaruan secara menyeluruh perlu dilakukan setiap empat tahun.
“Implementasi Outcome-Based Education merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di UBB. Kurikulum harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi,” ujar Prof Ibrahim.
Ia berharap workshop tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh program studi dalam merumuskan kurikulum yang inovatif, relevan, dan selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Sementara itu, Kepala LPMPP UBB Sujadmi mengatakan penyesuaian kurikulum dilakukan sebagai bentuk kesiapan UBB dalam menerapkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk melakukan penyesuaian kurikulum paling lama dalam waktu dua tahun.
“Penyesuaian kurikulum tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta harapan para pemangku kepentingan,” kata Sujadmi.
Ia menjelaskan, LPMPP UBB telah membentuk tim ad hoc untuk menyusun dokumen kurikulum tingkat universitas yang disesuaikan dengan ketentuan terbaru. Selain itu, LPMPP juga melakukan telaah terhadap Peraturan Akademik UBB sebagai bagian dari penyempurnaan Pedoman Kurikulum Perguruan Tinggi UBB.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi dari narasumber eksternal M. Denny Elyasa, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Materi yang disampaikan meliputi substansi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, prinsip pengembangan kurikulum berbasis OBE, penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, pendampingan, dan praktik penyusunan dokumen kurikulum oleh masing-masing program studi.
Melalui kegiatan ini, UBB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Implementasi kurikulum berbasis OBE diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta melahirkan lulusan yang unggul, profesional, berkarakter, dan berdaya saing. (***)
Sumber : Humas UBB

