SUARABANGKA.COM – Protein bukan hanya penting bagi pembentukan otot, tetapi juga krusial untuk berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan tulang dan sistem imun hingga produksi hormon. Kekurangan asupan protein dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
Ahli gizi menekankan bahwa tubuh memerlukan protein untuk memperbaiki dan membangun otot, sebagai sumber energi, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu produksi hormon, serta menjaga kesehatan kulit dan tulang melalui produksi kolagen. Kebutuhan protein harian bervariasi, namun panduan umumnya adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa.
Lantas, bagaimana mengenali tubuh yang kekurangan protein? Berikut 8 tanda yang patut Anda perhatikan:
Otot Melemah dan Mudah Lelah: Kekurangan protein dapat menyebabkan penyusutan massa otot.
Sering Merasa Lapar: Protein membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Luka Sulit Sembuh: Protein berperan penting dalam regenerasi sel dan perbaikan jaringan.
Sistem Imun Lemah: Pembentukan sel imun membutuhkan asupan protein yang cukup.
Rambut Rontok, Kuku Rapuh, dan Kulit Kering: Protein adalah komponen utama pembentuk kolagen dan keratin.
Pembengkakan (Edema): Kekurangan protein dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Mood Tidak Stabil dan Kesulitan
Konsentrasi: Beberapa asam amino penting untuk produksi neurotransmitter.
Kerapuhan Tulang: Protein berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Untuk mencukupi kebutuhan protein, ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi protein secara merata sepanjang hari, termasuk saat sarapan, makan siang, dan makan malam.
Pilihlah sumber protein hewani seperti daging tanpa lemak, ikan, produk susu, dan telur, serta sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, quinoa, tahu, dan tempe.
Meningkatkan asupan protein bisa dilakukan dengan mengganti sarapan tinggi karbohidrat dengan protein, menambahkan protein ke dalam salad, dan mengonsumsi kacang-kacangan sebagai camilan.
Meskipun suplemen protein bisa membantu, sumber alami tetap yang terbaik. Penting untuk diingat bahwa konsumsi protein berlebihan juga dapat menimbulkan efek negatif, terutama pada fungsi ginjal dan kesehatan jantung. (***)


