Lebih Ramai Selfie dari Bersih-Bersih

PANGKALPINANG – Kegiatan gotong royong dalam program Jumat Asri yang digelar di kawasan Jembatan Gantung, Kecamatan Gabek, Jumat (24/4/2026), menuai kritik dari warga. Alih-alih fokus pada aksi bersih-bersih lingkungan, kegiatan tersebut justru dinilai lebih banyak diisi dengan aktivitas dokumentasi dan swafoto.

Sejak pagi, sejumlah pegawai dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) memang terlihat hadir di lokasi. Namun, berdasarkan pantauan warga, hanya sebagian kecil peserta yang benar-benar terlibat aktif dalam membersihkan area. Selebihnya tampak sibuk berfoto, baik secara individu maupun berkelompok, dengan latar Jembatan Gantung yang menjadi titik favorit.

Baca Juga  Prof Udin-Cece Dessy Wujud Bersatunya Etnisitas di Pangkalpinang

“Dari tadi banyak yang foto-foto, selfie terus. Yang benar-benar bersih-bersih cuma beberapa orang saja,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Fenomena ini terlihat di beberapa titik kegiatan. Bahkan, sejumlah pegawai tampak bergantian mengambil gambar dengan berbagai pose, sementara proses pembersihan berjalan lambat. Minimnya kehadiran pimpinan atau pejabat utama di lokasi juga menjadi sorotan. Warga menilai, absennya pengawasan turut memengaruhi rendahnya partisipasi aktif peserta.

Padahal, kawasan Jembatan Gantung dikenal sebagai salah satu titik yang membutuhkan perhatian serius terkait kebersihan. Sampah kerap menumpuk di area tersebut, meskipun telah dilengkapi dengan CCTV.

Baca Juga  Walhi Babel Gagas Penanaman 2.500 Batang Mangrove di Beriga

Di tengah kondisi tersebut, petugas kebersihan tetap terlihat bekerja mengangkut sampah dan memotong rumput. Namun, jumlah mereka yang aktif dinilai tidak sebanding dengan total peserta yang hadir.

Warga pun berharap program Jumat Asri tidak sekadar menjadi ajang seremonial atau formalitas belaka. Mereka menginginkan kegiatan ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

“Kalau bisa jangan cuma ramai selfie di awal, tapi benar-benar dibersihkan sampai tuntas,” tambah warga.

Masyarakat juga mendorong adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat ke depan. Kehadiran pimpinan dinilai penting, tidak hanya untuk memberi arahan, tetapi juga menjadi contoh langsung dalam kerja gotong royong.

Baca Juga  Sekwan Kota Pangkalpinang Terima Penghargaan Pelestarian Aset Negara

Sebagaimana diketahui, program Jumat Asri sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Ke depan, warga berharap kegiatan ini bisa berjalan lebih efektif, terarah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya. (*)