BELITUNG TIMUR — PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan geologi, budaya, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, PT TIMAH mendukung revitalisasi display perahu kater di kawasan Geosite Pantai Burung Mandi, Kabupaten Belitung Timur. Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) menghadapi proses revalidasi tahun 2026.
Bantuan tersebut diwujudkan melalui rehabilitasi dan pengecatan ulang display perahu kater yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat pesisir Belitung Timur. Keberadaan display ini tidak hanya memperindah kawasan wisata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi wisatawan untuk mengenal budaya nelayan setempat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir, mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang dinilai membantu meningkatkan kesiapan Geosite Pantai Burung Mandi dalam menghadapi penilaian revalidasi.
“Melalui dukungan CSR PT TIMAH, kami mengucapkan terima kasih karena telah membantu revitalisasi display kater di Desa Burung Mandi. Ini merupakan salah satu objek yang akan menjadi bagian dari penilaian dalam Belitong Geopark,” ujarnya.
Menurut Yulhaidir, pembenahan sejumlah titik geosite terus dilakukan menjelang proses revalidasi. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi hal penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Kami berharap seluruh upaya ini dapat mendukung peningkatan status Geopark Belitung menjadi hijau pada proses revalidasi yang dijadwalkan berlangsung awal Agustus mendatang,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan geopark tidak hanya berfokus pada kekayaan geologi, tetapi juga mengangkat nilai budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Display kater ini menjadi media informasi yang menceritakan budaya masyarakat nelayan Belitung Timur. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa memahami sejarah dan fungsi perahu kater sebagai identitas masyarakat pesisir,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Burung Mandi, Herkoles, menyebut revitalisasi display kater memberikan dampak positif terhadap pengembangan wisata di desa tersebut.
Ia mengatakan, display perahu kater yang dibangun sejak 2018 sebelumnya mengalami kerusakan akibat faktor usia sehingga membutuhkan perbaikan.
“Display kater ini menjadi sarana bagi kami untuk menjelaskan kepada wisatawan tentang sejarah dan fungsi perahu kater sebagai ciri khas nelayan Burung Mandi. Kini tampilannya kembali menarik sehingga dapat mendukung kegiatan pemanduan wisata,” ujarnya.
Herkoles menjelaskan, Pantai Burung Mandi memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan kekayaan kuliner laut dengan budaya nelayan. Salah satu cerita budaya yang diangkat adalah ikan kerisi yang ditangkap menggunakan perahu kater.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH yang telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam mendukung revalidasi Belitong UGGp Tahun 2026.
“Kami sangat terbantu. Dukungan PT TIMAH menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan destinasi wisata berbasis geopark di Desa Burung Mandi,” tutupnya. (*)

