PANGKALPINANG – Meski sempat mengalami perubahan jadwal, kegiatan Posyandu Tulip di Kelurahan Melintang, Kecamatan Rangkui, tetap berlangsung lancar dan disambut antusias warga pada Senin (4/5/2026).
Perubahan jadwal ini dilakukan karena pelaksanaan yang biasanya digelar setiap tanggal 3 harus diundur akibat bertepatan dengan hari libur. Lurah Melintang, Imam Firdaus, menyebutkan penyesuaian tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk hadir.
“Biasanya tanggal 3, tapi kemarin libur, jadi kita laksanakan hari ini,” ujarnya.
Di wilayah Kelurahan Melintang sendiri terdapat dua posyandu aktif, yakni Posyandu Tulip dan Posyandu Bougainville. Untuk Posyandu Bougainville, pelayanan rutin dijadwalkan setiap tanggal 15 setiap bulan.
Menariknya, Posyandu Tulip tidak hanya melayani balita, tetapi juga memberikan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Warga yang datang mengikuti rangkaian layanan mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
“Di sini kita gabungkan pelayanan balita dan lansia. Kalau ada yang terindikasi penyakit, langsung kita arahkan ke pustu,” jelas Imam.
Dari hasil pemeriksaan hari itu, petugas menemukan sejumlah kasus kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Beberapa lansia tercatat memiliki tekanan darah tinggi hingga di atas 170, bahkan ada yang kadar gula darahnya mendekati angka 500.
“Kita langsung arahkan ke pustu supaya bisa segera ditangani,” tambahnya.
Seluruh layanan di posyandu ini diberikan secara gratis, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan yang juga menyediakan obat-obatan bagi warga.
Lebih jauh, Imam menegaskan pentingnya peran posyandu sebagai garda terdepan dalam deteksi dini masalah kesehatan, terutama pada balita guna mencegah stunting.
“Pertumbuhan anak kita pantau, mulai dari berat badan, tinggi badan hingga lingkar kepala. Dari situ bisa diketahui apakah berisiko stunting atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, posyandu juga aktif dalam pencegahan penyakit menular melalui pemberian vitamin serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Melintang menargetkan wilayahnya bebas dari penyakit menular melalui penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Harapan kita Melintang bisa zero dari penyakit menular,” pungkas Imam. (*)

