UBB Gandeng Bank Indonesia, Mahasiswa Didorong Melek Ekonomi dan Tantangan Global

BANGKA – Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi ekonomi dan kebanksentralan. Hal ini ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan bersama Bank Indonesia, yang dirangkaikan dengan kuliah umum di Balai Betason, Kamis (23/4).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik nyata serta kebijakan ekonomi nasional. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga diajak memahami secara langsung bagaimana peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang terus berubah.

Baca Juga  Berkas Perkara Dugaan Pembunuhan di Kafe Dragon P21

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Devi Valeriani, menegaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Ia menyebutkan, Bank Indonesia secara konsisten mendukung melalui Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan, dengan kuota sebanyak 55 mahasiswa pada tahun ini.

“Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana kebijakan moneter dirumuskan dan diimplementasikan,” ujarnya.

Tak hanya beasiswa, kerja sama ini juga mencakup pelaksanaan survei dan berbagai kajian bersama di bidang ekonomi dan kebanksentralan. UBB berharap sinergi ini terus berlanjut guna mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah.

Baca Juga  Polres Bangka Uji Ketahanan Fisik Personel

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki mandat di bidang kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pengelolaan uang rupiah. Namun, kami juga berkomitmen memperkuat literasi ekonomi generasi muda,” jelasnya.

Kuliah umum yang menghadirkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rifki Ismail, turut mengupas berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan moneter, tantangan ekonomi global, hingga peran bank sentral dalam menjaga inflasi dan stabilitas sistem keuangan. (*)

Baca Juga  Kapolres Bangka Sebut Satlantas Etalase Kepolisian

Sumber : Humas UBB