PANGKALPINANG – Konektivitas antardaerah kepulauan semakin kuat dengan dibukanya penerbangan langsung Wings Air rute Batam–Pangkalpinang pulang-pergi (PP). Rute baru ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan sektor pariwisata di Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka Belitung.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan rute tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, pelaku usaha, hingga perjalanan keluarga antarwilayah kepulauan.
“Tidak hanya menghubungkan Batam dan Pangkalpinang, rute ini juga membuka koneksi perjalanan ke berbagai kota lainnya melalui jaringan penerbangan yang saling terintegrasi,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Penerbangan Batam (BTH)–Pangkalpinang (PGK) dilayani tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan nomor penerbangan IW-2277. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 16.10 WIB dan tiba pukul 17.50 WIB.
Sementara itu, rute Pangkalpinang (PGK)–Batam (BTH) beroperasi setiap Rabu, Jumat, dan Minggu dengan nomor penerbangan IW-2276, berangkat pukul 07.00 WIB dan tiba pukul 08.30 WIB.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Depati Amir, Muhammad Syahril, mengungkapkan penerbangan perdana dari Batam ke Pangkalpinang telah mendarat dengan membawa 61 penumpang pada Kamis sore.
“Insya Allah besok pagi berangkat dari Pangkalpinang menuju Batam pukul 07.00 WIB. Besok full capacity, sebanyak 72 penumpang akan terbang melalui Pangkalpinang,” katanya.
Menurut Syahril, kehadiran rute baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di kedua daerah.
Menariknya, pembukaan rute penerbangan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Festival Pasir Padi yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026.
“Kehadiran akses penerbangan langsung dari Batam diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pangkalpinang dan berbagai destinasi di Bangka Belitung,”jelasnya.
Syahril berharap dengan semakin mudahnya akses transportasi udara, peluang pengembangan sektor wisata, investasi, dan bisnis antarwilayah kepulauan diyakini akan semakin terbuka lebar.
“Rute Batam–Pangkalpinang pun menjadi jembatan baru yang menghubungkan potensi besar dua daerah strategis di wilayah barat Indonesia,”jelasnya. (***)

