Edi Naspta Minta Jangan Ada Intervensi dalam SPMB

SUARABANGKA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Edi Nasapta, menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK tahun ajaran 2025/2026.

Politisi Partai Nasdem ini mnyatakan hal ini menghindari terjadinya kecurangan dalam penerimaan murid baru yang pasti akan merugikan siswa ataupun orang tua murid. ” Hal ini juga berpotensi menimbulkan kekurangpercayaan masyarakat pada pemerintah terutama pada instansi pendidikan,” kata Edi Nasapta Senin (23/6/2025)..

Anggota DPRD Babel Dapil Belitung dan Belitung Timur mengatakan guna menghindari hal itu maka pengawasan dan pencegahan perlu dilakukan. “Kita  percaya bahwa sudah dalam koridor yang baik, sehingga kemungkinan besar tidak ada kecurangan dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga  DPRD Babel Gelar Rapat Paripurna Peringatan HUT ke 79 Kemerdekaan RI

Hal lain yang perlu diperhatikan, jelasnya, adanya satu kesamaan visi dari para pejabat, pihak pihak yang memiliki pengaruh atau kekuatan untuk melakukan intervensi kepada para kepala sekolah ataupun ke dinas dinas pemerintahan yang terkait dengan penerimaan murid baru tersebut.

“Kami minta kepada pihak terkait, bisa melaksanakan dengan jujur. Harus benar-benar dilihat jangan ada unsur kepentingan siapapun, termasuk DPRD ataupun pejabat. Jangan ada tekanan terhadap dinas, namun kalau ada yang tidak benar baru kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Babel Ingin G20 Sukses, Dana Rp30 Miliar Akan Digelontorkan Ke Pulau Belitung

Menurut Edi Nasapta, DPRD Babel membuka pintu bagi laporan masyarakat terkait indikasi kecurangan dalam SPMB. “Kalau ada laporan, saya juga siap menerima laporan bisa langsung ke saya. Kita siap mengawal ini, agar semua berjalan sesuai dengan aturan,” bebernya.

Langkah ini menunjukkan komitmen DPRD Babel untuk memastikan proses SPMB berjalan adil dan transparan bagi seluruh calon peserta didik. Ia mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi dan melaporkan jika menemukan penyimpangan. (rea)