PANGKALANBALAI – Pemerintah Kabupaten Banyuasin sukses menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023. Puncak acara dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Banyuasin, dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin, yang diikuti oleh Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati/Walikota, dan Ratusan Instansi se-Indonesia.
Menghadiri acara puncak Harganas ke 30 di Kabupaten Banyuasin, Wakil Presiden Republik Indonesia tekankan target angka stunting di Indonesia tahun 2024 bisa diangka 14 persen. Statistik PBB 2020 mencatat, lebih dari 149 juta (22%) balita di seluruh dunia mengalami stunting, dimana 6,3 juta diantaranya merupakan balita Indonesia.
Mengutip dari UNICEF, Wakil Presiden RI menjelaskan bahwa stunting bisa terjadi akibat anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk.
Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin menerangkan bahwa saat ini, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.
“Keluarga menjadi aktor kunci dalam mengatasi sebab-sebab stunting tersebut. Keluarga mesti memiliki kesadaran untuk memprioritaskan pemenuhan asupan gizi dan pengasuhan anak secara layak, termasuk menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan,” kata Ma’ruf Amin, dalam pidatonya, Kamis (06/07/2023).
Dikatakan Ma’ruf Amin, masalah stunting bukan semata persoalan tinggi badan, namun yang lebih buruk adalah dampaknya terhadap kualitas hidup individu akibat munculnya penyakit kronis, ketertinggalan dalam kecerdasan, dan kalah dalam persaingan.
“Anak stunting memiliki badan dan otak yang stunting. Anak stunting memiliki kehidupan yang stunting pula,” ujar Dia
Selain itu, dampak penuh dari stunting di masa kecil kemungkinan baru terjadi pada tahun-tahun yang akan datang, dan dikhawatirkan sudah terlambat untuk diatasi. Dari itu, terkait makanan bergizi untuk pemenuhan kebutuhan keluarga, Wapres menekankan, Indonesia sangat kaya akan potensi pangan lokal. Untuk itu, ia meminta potensi tersebut harus dioptimalkan pemanfaatannya mulai dari tingkat keluarga.
“Oleh sebab itu, kita mesti serius melakukan upaya menurunkan angka stunting di negara kita. Bagi keluarga yang memiliki anak remaja, agar dipastikan remaja kita mempunyai perilaku hidup dan pergaulan yang sehat,” himbaunya.
Di sisi lain, Wapres mengingatkan, saat ini pernikahan anak masih relatif tinggi. Untuk itu, ia menegaskan agar pernikahan anak harus dihindari karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, termasuk berisiko lebih tinggi menghasilkan anak stunting.
“Saya juga meminta keluarga untuk memanfaatkan layanan di posyandu dan puskesmas untuk memantau kesehatan ibu hamil, serta pertumbuhan dan perkembangan anak,” pinta Wapres.
Sementara, Kepala Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan, bahwa tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini bukanlah ledakan penduduk, melainkan masih terjadinya kesenjangan dan bagaimana meningkatkan kualitas, khususnya percepatan penurunan stunting.
“Sebagai informasi, Harganas dicanangkan Presiden Soeharto pada 29 Juni 1993 di Provinsi Lampung. Pada 15 September 2014, diterbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014 yang menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Harganas,” jelas Hasto.
Mengambil tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting, Untuk Indonesia Maju”, peringatan Harganas tahun ini diikuti kerja keras pemerintah dan berbagai pihak dalam upaya melakukan percepatan penurunan stunting.
Pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen tahun 2024, dimana sebelumnya hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Selatan turun dari 24,8% menjadi 18,6%. Angka ini lebih rendah dari prevalensi nasional sebesar 21,6%, dan ini merupakan penurunan yang signifikan.
“Saya ucapkan terimakasih atas capaian Provinsi Sumsel dalam usaha penurunan angka stunting, atas dasar tersebut pula Harganas 2023 ini kita adakan di Provinsi Sumesel dan Kabupaten Banyuasin sebagai lokasi utama acara,” ungkap Dia
Dalam acara ini, dilakukan pula Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Provinsi Sumsel dan Kabupaten Banyuasin oleh Kepala BKKBN. Tidak hanya itu, kedua pemimpin ini juga menerima secara langsung penghargaan dari Presiden RI melalui Wakil Presiden RI berupa Satya Lencana Pembangunan yang diberikan kepada Gubernur Provinsi Sumsel, H. Herman Deru, dan Satya Lencana Wira Karya yang diberikan kepada Bupati Banyuasin, H. Askolani.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar, terimakasih atas penghargaan yang telah diberikan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo melalui Wakil Presiden RI, Kiai H. Ma’ruf Amin, tentunya pencapaian ini merupakan hasil dari kinerja gotong royong yang kita lakukan bersama,” ujar Askolani, singkat.
“Pemkab Banyuasin akan terus melakukan upaya percepatan dalam menurunkan angka stunting, sesuai arahan yang telah diberikan oleh pemerintah pusat, dan ini adalah tugas kita bersama,” tutupnya.
Sumber : RRI


