Baznas Pangkalpinang dan Provinsi Bersinergi, Salurkan Bantuan Buat Ratusan Mustahik

PANGKALPINANG – Badan Amil Zakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Badan Amil Zakat Kota Pangkalpinang kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Pangkalpinang, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Baznas Pangkalpinang dihadiri Wali Kota setempat, Prof Saparudin, jajaran pemerintah daerah, serta para penerima manfaat atau mustahik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam membantu mengurangi angka kemiskinan. Ia menyebut Islam telah mengatur secara jelas tentang golongan yang berhak menerima zakat.

“Ada delapan asnaf yang berhak menerima zakat dan itu sudah diatur dalam syariat Islam. Kalau orang-orang mampu tergerak hatinya untuk rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, urusan kemiskinan ini bisa selesai,” ujar Saparudin.

Sebagaimana diketahui Asnaf delapan adalah delapan golongan (mustahik) yang berhak menerima zakat berdasarkan ketentuan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60

Baca Juga  Rindang Onasis Resmi Jabat Kajari Pangkalpinang, Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi

Delapan asnaf yang dimaksud adalah Amil:

1. Fakir: Mereka yang hampir tidak memiliki harta atau pekerjaan sehingga sangat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

2. Miskin: Mereka yang memiliki pekerjaan atau penghasilan, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Amil: Pengurus atau panitia yang bertugas mengelola pengumpulan dan penyaluran zakat.

4. Mualaf: Seseorang yang baru masuk Islam dan membutuhkan dukungan untuk memperkuat keimanan mereka.

5. Riqab: Hamba sahaya atau budak yang ingin menebus dirinya agar bisa merdeka

6.Gharimin: Mereka yang memiliki utang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk melunasinya.

7. Fisabilillah: Mereka yang berjuang, berdakwah, atau berjihad di jalan Allah (misalnya, guru ngaji, relawan, atau dakwah pelosok).

Baca Juga  Mutasi Besar Besaran di Polda Babel, Kabid Humas hingga Wakapolda Diganti 

Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan yang bertujuan baik dan bukan untuk maksiat.

Suasana sambutan sempat mencair ketika Saparudin menyinggung istilah khas Bangka, yakni “sekakar”, yang merujuk pada sifat terlalu kikir atau pelit.

“Masih banyak orang sekakar. Banyak duit sekakar. Orang Bangka pasti tahu arti sekakar,” katanya disambut tawa hadirin.

Ia pun mengajak masyarakat mendoakan agar para dermawan semakin terbuka hatinya membantu warga yang membutuhkan melalui zakat dan infak.

“Selain penyaluran bantuan tunai dan santunan, Baznas juga membuka peluang bantuan rehabilitasi rumah warga hingga bantuan bagi masyarakat yang mengalami sakit, dengan mekanisme dan syarat yang diatur oleh Baznas Kota Pangkalpinang,”ujar Prof Saparudin.

Asisten Setda Provinsi Bangka Belitung, Tarmin AB dalam sambutannya mewakili Gubernur Hidayat Arsani

Sementara itu, Asisten Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin AB menjelaskan perbedaan peran Baznas Provinsi dan Baznas kabupaten/kota. Menurutnya, Baznas Provinsi memiliki cakupan penyaluran untuk seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung, sedangkan Baznas kabupaten/kota fokus pada wilayah masing-masing.

Baca Juga  Perkuat Akar Rumput Nahdliyin, PKB Siap Menangkan Prof Udin-Cece Dessy

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penerima penghargaan dan mustahik yang menerima bantuan pada kegiatan tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa sebagian besar sumber dana Baznas berasal dari zakat para aparatur sipil negara (ASN) yang rutin dipotong setiap bulan untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah berharap sinergi antara Baznas Provinsi dan Baznas Kota Pangkalpinang terus diperkuat agar manfaat bantuan sosial semakin luas dirasakan masyarakat.

“Kebersamaan dan gotong royong seperti ini harus terus ditingkatkan. Kalau bersama-sama, manfaatnya tentu akan lebih besar,” tutupnya. (wah)